Wali Kota Eri Cahyadi Ajak Warga Surabaya Teladani Semangat Sawunggaling dan Bung Tomo di Hari Pahlawan

Wali Kota Eri Cahyadi mengajak seluruh warga Surabaya untuk meneladani semangat kepahlawanan Sawunggaling dan Bung Tomo, menjadikan momentum Hari Pahlawan sebagai ajakan aktif dalam pembangunan kota.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Wali Kota Eri Cahyadi Ajak Warga Surabaya Teladani Semangat Sawunggaling dan Bung Tomo di Hari Pahlawan
Wali Kota Eri Cahyadi mengajak seluruh warga Surabaya untuk meneladani semangat kepahlawanan Sawunggaling dan Bung Tomo, menjadikan momentum Hari Pahlawan sebagai ajakan aktif dalam pembangunan kota. (AntaraNews)

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyerukan kepada seluruh warga kota untuk meneladani semangat juang pahlawan lokal seperti Sawunggaling dan proklamator kemerdekaan Bung Tomo. Seruan ini disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan pada tanggal 10 November di Kota Surabaya, Jawa Timur.

Dalam kesempatan tersebut, Eri Cahyadi menekankan bahwa kisah Sawunggaling, yang dikenal dengan pengorbanan tanpa henti dan kebijaksanaan, harus menjadi inspirasi bagi generasi masa kini. Ia juga mengingatkan bahwa semangat kepahlawanan tidak hanya terbatas pada medan perang, melainkan juga dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Peringatan Hari Pahlawan ini menjadi momentum penting bagi warga Surabaya untuk menyadari bahwa darah para pahlawan mengalir dalam diri mereka. Wali Kota Eri menegaskan bahwa warga Surabaya adalah pewaris semangat Bung Tomo dan Bung Karno, yang keduanya lahir di kota ini, sehingga harus menjadi pahlawan di lingkungan masing-masing.

Eri Cahyadi secara khusus menyoroti kisah Sawunggaling sebagai teladan pengorbanan yang tak pernah berhenti. Ia menjelaskan bahwa Sawunggaling bukan hanya menunjukkan keberanian dalam pertempuran, tetapi juga kebijaksanaan dalam menjalani kehidupan, sebuah nilai yang relevan untuk diteladani.

Pentingnya meneladani nilai-nilai kepahlawanan ini ditekankan bagi generasi muda Surabaya, yang tidak cukup hanya melalui narasi konflik masa lalu. Wali Kota Eri mengajak untuk menginternalisasi semangat tersebut dalam tindakan nyata.

Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa peringatan Hari Pahlawan adalah kesempatan untuk merefleksikan identitas sebagai pewaris semangat para pahlawan. "Kita adalah pewaris semangat Bung Tomo dan Bung Karno yang lahir di kota ini. Oleh karena itu, saya mengajak kita semua, sebagai warga Surabaya, untuk menjadi pahlawan di kehidupan sehari-hari," ujarnya.

Semangat ini diharapkan dapat mendorong warga untuk berkontribusi positif bagi kota dan bangsa.

Wujud kepahlawanan di era modern, menurut Wali Kota Eri, adalah dengan aksi saling membantu dan menolong sesama yang membutuhkan. Ia menekankan pentingnya bergotong royong, di mana kelebihan yang dimiliki seseorang tidak dijadikan alasan untuk sombong, melainkan sebagai sarana untuk saling melengkapi.

"Inilah cara kita saling menutupi kekurangan dan menjadikan kelebihan bersama sebagai kekuatan kita," kata Eri Cahyadi, menggarisbawahi pentingnya solidaritas sosial. Semangat perjuangan, pengorbanan, dan kebijaksanaan diharapkan menginspirasi generasi muda.

Kepada generasi muda, yang disebut sebagai garda terdepan pembangunan, Wali Kota Eri berpesan untuk tidak menjadi penonton di kota sendiri. Ia mengajak mereka untuk aktif terlibat dalam pembangunan Surabaya, karena kebahagiaan sejati tidak akan didapatkan jika bersikap pasif.

Eri Cahyadi optimistis bahwa dengan peran aktif dan kepemimpinan generasi muda, Surabaya akan menjadi jauh lebih baik di masa depan. Pada peringatan Hari Pahlawan ini, Pemerintah Kota Surabaya juga memberikan penghargaan kepada Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Surabaya, insan berdedikasi dan berprestasi, perwakilan insan media, serta penyerahan sertifikat tanah aset.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi