Wali Kota Depok Lebih Memilih Gabung ke Jakarta Dibanding Bogor Raya

Rabu, 21 Agustus 2019 01:31 Reporter : Nur Fauziah
Wali Kota Depok Lebih Memilih Gabung ke Jakarta Dibanding Bogor Raya Wali Kota Depok Idris Abdul Shomad. ©2017 merdeka.com/nur fauziah

Merdeka.com - Wali Kota Depok Idris Abdul Shomad menanggapi wacana pembentukan Provinsi Bogor Raya. Dia berpendapat akan lebih baik jika Depok bergabung dengan Provinsi DKI Jakarta jika nanti wacana tersebut jadi terlaksana.

Idris berpendapat, banyaknya warga Depok yang menjadi komuter ke DKI Jakarta menjadi alasan utama. Banyaknya warga Depok yang menjadi komuter ke Jakarta dapat terlihat dari tingginya penggunaan jasa kereta api dengan relasi Jakarta.

"Sekitar 65 persen warga Depok itu komuter. Sekitar 90 persen ke Jakarta, selebihnya ke Bogor dan Bekasi," katanya, Selasa (20/8).

Dia melihat dari letak geografis Depok yang bergandengan langsung dengan Jakarta. Sehingga banyak kebutuhan warga Depok yang memerlukan koordinasi langsung dengan Jakarta.

Idris mengungkapkan, ada empat kebutuhan paling terkait dengan Jakarta mencakup sanitasi, air bersih, udara, sampah.

"Ini memang jelas, makanya kita siasati wilayah otonomi ini yang satu masuk ke Banten (Tangerang), satu masuk ke Jabar (Bekasi dan Depok) berbatasan langsung dengan Jakarta. Untuk memenuhi kebutuhan disiasati dengan membentuk Badan Koordinasi Pemerintah (BKSP) Jabodetabek," jelasnya.

Sedangkan jika dilihat dari sisi budaya Depok di wilayah Jabar masuk rumpun Melayu Depok. Dari segi bahasa diakuinya serupa dengan DKI Jakarta.

"Dalam SK Gubernur disebut juga sebagai rumpun Melayu Depok, bukan disebut rumpun Betawi karena Betawi trademark dari Jakarta, jadi Depok rumpun Melayu Betawi, kalau kedekatan dari sisi bahasa walau serupa tapi tak sama itu lebih cenderung ke Jakarta dan ini adalah budaya," ujarnya.

Ketika ditanya dirinya akan memilih mana antara Bogor Raya dengan DKI Jakarta, Idris mengaku memilih DKI Jakarta. Alasan pribadinya, katanya bahwa dirinya tidak paham bahasa Sunda.

"Kalau anda nanya sisi bahasa saya lebih milih bahasa Jakarta karena saya ga ngerti bahasa Sunda, misal kemarin upacara ultah Jabar, agenda petuah sesepuh Jabar itu pakai bahasa Sunda, saya ga paham. Kalau bahasa ya ke Jakarta," tutup Idris. [fik]

Topik berita Terkait:
  1. Depok
  2. Bogor
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini