Viral video lumpur seret rumah & pohon saat gempa Palu, ini penjelasannya

Minggu, 30 September 2018 13:03 Reporter : Merdeka
Rumah terseret air lumpur di Palu. ©Twitter Sutopo

Merdeka.com - Gempa berkekuatan 7,4 SR yang mengguncang wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) menyisakan sejumlah cerita. Salah satunya, beredar video rumah yang terseret lumpur usai terjadi gempa beberapa kali.

Dalam video yang berdurasi sekitar 2 menit tampak satu unit rumah, pohon kelapa serta menara pemancar komunikasi terseret tanah yang bergerak dan menghasilkan lumpur.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan fenomena itu disebut sebagai likuifaksi (liquefaction).

"Munculnya lumpur dari permukaan tanah yang menyebabkan amblasnya bangunan dan pohon di Kabupaten Sigi dekat perbatasan Palu akibat gempa 7,4 SR adalah fenomena likuifaksi (liquefaction). Likuifaksi adalah tanah berubah menjadi lumpur seperti cairan dan kehilangan kekuatan," ungkap Sutopo melalui akun twitter @Sutopo_PN, seperti dikutip liputan6.com, Minggu (20/9).

Sementara itu, mengutip laman Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), likuifaksi merupakan suatu proses yang membuat kekuatan tanah menghilang dengan cepat. Kekuatan serta daya dukung tanah menurun dikarenakan getaran yang diakibatkan gempa maupun guncangan lainnya.

"Likuifaksi bertanggung jawab atas banyaknya kerusakan yang mengerikan dalam sejarah gempa bumi di seluruh dunia," tulis iagi.or.id.

Likuifaksi sendiri terjadi apabila material lepas berupa pasir dan lanau yang berada di bawah muka air tanah, sehingga ruang poriantar butir terisi oleh air. Tanah yang terlikuifaksi tidak dapat menahan berat apapun yang berada di atasnya, baik itu berupa lapisan batuan di atasnya maupun bangunan yang akhirnya mengakibatkan hilangnya daya dukung pada pondasi bangunan.

Efek yang dapat ditimbulkannya adalah menurunnya permukaan tanah di tempat terjadinya likuifaksi. Penurunan permukaan tanah dapat membuat permukaan menjadi dekat atau malah berada di bawah muka air tanah. Hal ini akan lebih buruk lagi jika ternyata terdapat struktur-struktur geologi di daerah tersebut.

Sebelum di Palu, gempa bumi yang terjadi di Yogyakarta pada Mei 2007 juga telah memperlihatkan gejala likuifaksi. Terjadi kerusakan yang serius pada bangunan dan infrastruktur di Yogyakarta, termasuk daerah Pleret. [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini