Viral Ompreng MBG yang Diimpor dari China Diduga Mengandung Minyak Babi dan Bahan Berbahaya

Berita viral di media sosial menyebutkan bahwa ompreng tipe 201 diduga mengandung kadar mangan tinggi dan menggunakan minyak babi atau lard.

Raynaldo Ghiffari Lubabah
Viral Ompreng MBG yang Diimpor dari China Diduga Mengandung Minyak Babi dan Bahan Berbahaya
Petugas sedang menyiapkan MBG yang akan dibagikan kepada sekolah (Dokumen Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) (© 2025 Liputan6.com)

Di media sosial, terdapat laporan dari Indonesia Business Post yang melakukan penyelidikan di wilayah Chaoshan, di bagian timur Provinsi Guangdong, China. Laporan ini menyebutkan bahwa daerah tersebut diduga menjadi tempat importir omprengMBG di Indonesia.

Tim Indonesia Business Post menemukan sekitar 30-40 pabrik yang memproduksi ompreng makanan untuk pasar internasional. Salah satu pabrik tersebut diduga terlibat dalam Program MBG di Indonesia. Dalam laporan itu, terdapat klaim mengenai adanya praktik pemalsuan label "Made in Indonesia" serta logo SNI pada ompreng yang sebenarnya diproduksi di China.

Laporan tersebut juga mengungkapkan bahwa ompreng tipe 201 yang ditemukan diduga mengandung kadar mangan yang tinggi, serta tidak sesuai untuk makanan yang bersifat asam. Selain itu, terdapat indikasi penggunaan minyak babi atau lard dalam proses produksi ompreng ini.

Kepala BGN memberikan pernyataan

Badan Gizi Nasional (BGN) tengah melakukan investigasi menyeluruh mengenai dugaan adanya ompreng atau food tray Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berasal dari Chaoshan, China. Investigasi ini dilakukan karena terdapat laporan bahwa produk tersebut mengandung bahan-bahan yang berbahaya, salah satunya adalah minyak babi. "Sedang check and recheck (diperiksa kembali)," ungkap Kepala BGN, Dadan Hindayana, saat dihubungi melalui pesan singkat di Jakarta pada hari Selasa.

Selain itu, Dadan juga menegaskan bahwa selama ini pihaknya tidak pernah melakukan pengadaan ompreng untuk Program MBG. "BGN 'kan belum pernah mengadakan," jelasnya. Dengan demikian, BGN berkomitmen untuk memastikan keamanan dan kualitas dari setiap produk yang terkait dengan program mereka, agar masyarakat dapat menerima makanan yang bergizi dan aman.

Badan Standardisasi Nasional (BSN) sebelumnya mengumumkan bahwa mereka telah menetapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 9369:2025 mengenai wadah bersekat (food tray) yang terbuat dari baja tahan karat untuk makanan. Penetapan ini bertujuan untuk mendukung Program MBG. "Standar ini kami tetapkan pada 18 Juni 2025 melalui Keputusan Kepala BSN Nomor 182/KEP/BSN/6/2025. Ini merupakan standar baru hasil pengembangan sendiri yang disusun oleh Komite Teknis 77-02, Produk Logam Hilir," ungkap Deputi Bidang Pengembangan Standar BSN, Hendro Kusumo.

Hendro menambahkan, "Dengan standar ini kami ingin memastikan bahwa food tray yang digunakan dalam Program MBG aman digunakan, tidak mudah rusak, dan tidak mengandung zat berbahaya." Dia juga menjelaskan bahwa langkah ini bertujuan untuk mendorong industri dalam negeri agar dapat memproduksi peralatan makan yang berkualitas. Penetapan standar ini dianggap sebagai langkah strategis untuk memastikan bahwa peralatan makan yang digunakan dalam Program MBG memenuhi kriteria mutu, keamanan, dan kesehatan yang diharapkan.

Rekomendasi