Viral Lansia Begal Payudara di Dayeuhkolot Bandung, Pelaku Ditangkap Polisi

Korban yang menerima perlakuan tak senonoh itu merekam tampang pelaku dan mengunggah videonya ke akun Instagram pribadi

Aksara Bebey
Oleh Aksara Bebey - Reporter
Viral Lansia Begal Payudara di Dayeuhkolot Bandung, Pelaku Ditangkap Polisi
Viral Lansia Begal Payudara di Dayeuhkolot Bandung, Pelaku Ditangkap Polisi (media sosial)

Aksi dugaan begal payudara yang meresahkan terjadi di kawasan Jalan Raya Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung. Korban perempuan inisial WY (30) diduga disentuh area dadanya saat sedang berjalan kaki, oleh lansia berinisial Y (56) yang bergelantung di pintu angkot.

Korban yang menerima perlakuan tak senonoh itu merekam tampang pelaku dan mengunggah videonya ke akun Instagram pribadi. Video itu lantas diunggah ulang sejumlah akun lainnya.

Kapolsek Dayeuhkolot AKP Triyono membenarkan kejadian tersebut. Ia bilang peristiwanya terjadi pada Selasa (10/6).

Dia menjelaskan bahwa korban tengah berjalan kaki dengan seorang temannya di kawasan Jalan Raya Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.

"Tiba-tiba di belakang ada angkot yang lewat. Setelah itu, mungkin dari korban itu merasa dilecehkan, kemudian membuat video. Video itu kemudian disebarkan melalui media sosial Instagram," katanya saat dihubungi, Rabu (11/6).

Mendapati ramainya video itu, pihak kepolisian kemudian mencari informasi terkait terduga pelaku. Hingga, diketahui alamat korban berada di Pameungpeuk, Kabupaten Bandung.

Triyono mengatakan, pihaknya kemudian mendatangi kediaman terduga pelaku untuk dimintai keterangan. Terduga dalam kesempatan tersebut, didampingi keluarganya.

Dia mengatakan saat ini terduga telah diamankan, guna proses hukum lebih lanjut. Adapun kasus ditindaklanjuti oleh Unit PPA Satreskrim Polresta Bandung.

"Pelaku sudah diamankan, kemarin malam sudah kita amankan," kata dia.

Disinggung apakah terduga mengalami gangguan jiwa, Triyono bilang pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan. Namun, berdasarkan informasi dari tetangga terduga pelaku, yang bersangkutan ada indikasi tersebut.

"Saat ini masih dalam tahap penyelidikan apakah betul, karena kan yang bisa menentukan gangguan jiwa, pasti tetap ahlinya seperti dari dokter kejiwaan," kata dia.

Rekomendasi