Presiden Prabowo Subianto, mengungkapkan rasa marahnya kepada para pengusaha-pengusaha nakar, yang dengan berani mengoplos beras biasa menjadi premium.
Dia sudah meminta jaksa agung dan polisi untuk menindak tegas pada pengusaha nakal tersebut tanpa pandang bulu. Sebab, akibat dari beras oplosan ini kerugian negara hampir Rp100 triliun.
“Saya dapat laporan kerugian yang dialami oleh bangsa Indonesia adalah Rp100 triliun tiap tahuh. Ini kejahatan ekonomi yang luar biasa. Menurut saya ini sudah termasuk subversi ekonomi, menikam rakyat,” tegas Prabowo, saat penutupan kongres PSI, di Solo, Jawa Tengah, Minggu (20/7).