Menko Polhukam Hadi Tjahjanto menjelaskan penyebab kebocoran data NPWP, nomor ponsel hingga Nomor Induk Kependudukan (NIK). Menko Polhukam Hadi mengatakan menurut analisa Badan Sandi dan Siber Negara (BSSN), ada sebagian data yang bocor, tidak sesuai dengan data asli. Data tersebut diduga diperoleh dari kota atau kabupaten.
Hadi melanjutkan, pemerintah melalui tim keamanan Kemenkeu menindaklanjuti secara internal dengan melibatkan BSSN. Selanjutnya, akan dilakukan rapat untuk mencari solusi permasalahan tersebut.
Upaya tersebut akan dilakukan hingga terbentuknya lembaga perlindungan data pribadi. Hadi mengatakan, BSSN akan melakukan investasi terkait masalah tersebut, kemudian akan memperbaiki sistem pengamanan.