Ustaz Yusuf Mansur Kenang Sang Ayah yang Murah Senyum dan Suka Melucu
Merdeka.com - Suasana duka menyelimuti proses pemakaman ayahanda Ustaz Yusuf Mansur, KH. Abdurahman Mimbar di pemakaman keluarga Pondok Pesantren Tahfizul Daarul Qur'an, Kampung Ketapang, Kelurahan Cipondoh, Kota Tangerang, Kamis (13/2).
Ratusan kerabat dan santri mengikuti proses pemakaman almarhum. Ustaz Yusuf Mansur yang ikut membopong keranda sang ayah ke peristirahatan terakhirnya usai disalatkan di Masjid An Nabawi, terlihat tidak henti-hentinya menangis.
Menurutnya, sang ayah merupakan sosok ramah dan murah senyum. Banyak kenangan yang tidak dapat dia lupakan bersama sang ayah, terutama sikap ayahnya kepada orang lain.
"Sangat kehilangan, karena ayah saya ini orangnya ramah, murah senyum dan suka melucu. Jarang kelihatan sedihnya, itu yang enggak bisa saya lupain, tapi memang akhir-akhir ini suka menghabiskan waktu bersama adik-adik," ujarnya usai pemakaman.
Yusuf Mansur mengatakan tidak ada masalah terhadap kesehatan sang ayah, hanya saja karena faktor usia ia kerap melakukan check up kesehatan di salah satu rumah sakit kawasan Cibubur, yang juga menjadi tempat Abdurahman Mimbar mengembuskan napas terakhir.
"Ayah saya ini sebetulnya sehat, tapi memang kalau sudah tua kan harus sering check up kesehatan. Nah waktu itu lagi check up di Cibubur, beliau bilang sesak napas, enggak taunya pas tadi pagi dapat kabar beliau meninggal," katanya.
Dia pun mendapat kabar meninggalnya sang ayah saat tengah menghadiri sebuah acara di Surabaya. Dia lantas bergegas berangkat ke Cibubur usai mendengar sang ayah telah tiada.
"Pas dengar kondisi ayah saya sekitar jam 07.30 WIB tadi katanya masih enggak ada apa-apa, tapi pas 08.00 WIB rumah sakit bilang, ayah saya sudah meninggal, dan langsung saya ke Cibubur dan langsung dimakamkan di Pondok Pesantren," pungkasnya.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya