Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu (HGR) alias Mbak Ita dan suaminya Alwin Basri memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk diperiksa sebagai tersangka pada Rabu (19/2) hari ini. Tidak banyak pernyataan disampaikan Mbak Ita dan Alwin Basri saat memenuhi panggilan KPK.
"Mohon doanya saja ya," kata Mbak Ita didampingi oleh tim penasihat hukumnya di gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (19/2).
"Ya sesuai hukum saja," ucap Alwin.
Advertisement
Mbak Ita Berkali-kali Mangkir
Juru bicara KPK, Tessa Mahardika Sugiarto membenarkan bahwa penyidik KPK hari ini memeriksa Mbak Ita dan Alwin Basri sebagai tersangka sejumlah kasus korupsi di Pemkot Semarang.
"Benar, tersagka HG dan AB dipanggil sebagai tersangka hari ini," kata Tessa saat dikonfirmasi, Rabu (19/2).
Mbak Ita dan suaminya bakal diperiksa di gedung Merah Putih KPK setelah berkali-kali mangkir. Hanya saja, Tessa tidak merinci apakaha dua politikus PDIP itu terkonfirmasi hadir atau tida. Selain itu dia juga tidak menyebutkan apakah nantinya juga akan langsung dilakukan penahanan.
Sebelum Mbak Ita dipanggil hari ini, mendadak dirinya menghadiri acara pernikahan saat dikabarkan sakit dan harus dirawat di RS Wongsonegoro karena demam. Video Mbak Ita menghadiri resepsi pernikahan diunggah di akun pribadinya @mbakitasmg.
Terlihat dalam video tersebut Wali Kota Semarang itu tampak segar bugar sambil memakai batik merah berpadu warna hijau dan mengenakan kerudung merah. Terlihat dia masih bisa berjalan gagah tanpa bantuan. Dia tampak semringah, berkali-kali menebar senyum pada tamu undangan sambil bersalaman.
Mbak Ita bahkan juga menyempatkan diri berfoto bersama dengan kedua mempelai di panggungdalam gedung yang megah.
"Hari Minggu diisi dengan do'a dan kebahagiaan untuk pengantin. Selamat menempuh hidup baru untuk mbak Nissa dan mas Fauzi," tulis caption mbak Ita dalam akun instagramnnya, Selasa (18/2).
Setelah lama tidak muncul, Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu alias Mbak Ita muncul di Balai Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (18/2). Suasana pertemuan Mbak Ita dan bawahannya tampak mengharu biru.
Mbak Ita tampak menangis sangat menyampaikan salam perpisahan dengan pegawai ASN di Balai Kota Semarang. Masa jabatan Mbak Ita sebagai Wali Kota Semarang akan selesai pada 19 Februari karena pada tanggal 20 Februari, kepala daerah terpilih akan dilantik.
"Matur nuwun atas semua support, gotong royong, guyub rukun dari teman-teman Pemerintah Kota Semarang yang sampai saat ini sudah menorehkan banyak prestasi," kata Mbak Ita, tak kuasa membendung air matanya saat berhadapan dengan ASN.
Dia menghaturkan rasa terima kasih pada pemangku kepentingan dan para pejabat yang mengabdi dalam pembangunan Kota Semarang. Permohonan maaf juga terlontar dari mulutnya. Baik saat masih mendampingi Hendrar Prihadi alias Hendi maupun saat menjabat Wali Kota Semarang.
"Mohon maaf karena mungkin banyak kesalahan-kesalahan termasuk juga dengan teman-teman media yang selama ini sudah support kami pada Pemerintah Kota Semarang," ujar dia.
Politikus PDI Perjuangan itu optimistis, Semarang di bawah kepemimpinan Agustina Wilujeng Pramestuti dan Iswar Aminuddin akan semakin maju dan berkembang.
"Saya yakin bu Agustina wali kota terpilih bisa meneruskan yang sudah menjadi program-program, baik itu pemerintah pusat maupun provinsi, dan kota," kata Mbak Ita.
Kepada seluruh ASN Pemkot Semarang agar mendukung kepemimpinan Agustina-Iswar selama lima tahun ke depan
"Saya yakin InsyaAllah di tangan beliau Kota Semarang ini akan makin-makin hebat," ujar Mbak Ita.
Setelah pensiun, Mbak Ita akan menjadi warga seperti pada umumnya dan berjanji akan tetap mendukung pembangunan dan kemajuan Kota Semarang.
"Saya akan menjadi orang biasa. Tapi saya tetap akan menyumbangkan tenaga, dan pikiran untuk Kota Semarang jadi makin baik, makin hebat, dan tentunya berkarya dari berbagai hal," ujar Mbak Ita.
Advertisement
Advertisement
Respons KPK
Juru Bicara KPK, Tessa Mahardika Sugiarto merespons hal tersebut. Dia mengatakan tidak menutup kemungkinan nantinya penyidik segera melakukan upaya paksa terhadap Mbak Ita dalam rangka penyidikan kasus korupsi di Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang. Tidak hanya mbak Ita saja, suaminya Alwin Basri juga akan bakal dilakukan hal yang serupa.
"Kemungkinan akan diambil tindakan terhadap saudari HGR. Saudari HGR beserta suaminya tindakan dalam arti tindakan penyidikan," kata Tessa kepada wartawan, Selasa (18/2).
Menurutnya, selama Mbak Ita sudah mendapatkan kabar sehat, penyidik segera melakukan tindakan. Hanya saja Tessa enggan membeberkan kapan tindakan tersebut akan dilakukan.
"Apabila penyidik sudah menilai yang bersangkutan ternyata dianggap sehat untuk hadir, kemungkinan besar penyidik akan melakukan tindakan -tindakan yang tadi sudah saya sampaikan," pungkas Tessa.