Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Usai ke makam Bung Karno, Rizal Ramli ziarah ke makam Bung Hatta

Usai ke makam Bung Karno, Rizal Ramli ziarah ke makam Bung Hatta Rizal Ramli diperiksa KPK. ©2017 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Rizal Ramli berziarah ke makam Bung Hatta yang wafat tanggal 14 Maret -1980, di Jalan Bintaro Raya, RT 02/RW 10, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Dia mengatakan, ini merupakan bagian dari rangkaian ziarah yang tengah dilakukannya.

"Ini bagian dari kunjungan kami yang sebelumnya mengunjungi makam bung Karno di Blitar beberapa waktu yang lalu. Kami doakan bung Hatta bahagia di sisi Allah yang Mahakuasa dan keluarganya senantiasa diberikan rahmat," katanya dalam keterangan tertulisnya, Jumat (30/3).

Rizal pun berdoa agar memudahkan dan memberikan jalan agar cita-cita Bung Hatta tentang keadilan dan kemakmuran bangsa kita dapat terjadi.

"Kalau kita ingat sejarah, bung Hatta di besarkan di Sumatera Barat, tetapi sekolah di Belanda, nah pada saat dia sekolah di Belanda itu, dunia Eropa sedang mengalami krisis ekonomi tahun 1920 an sampai 1930-an," paparnya.

Dia mengungkapkan, Bung Hatta memahami dampak negatif dari kapitalisme ugal-ugalan di negara-negara Eropa. Kapitalisme menyebabkan pengangguran dan kemiskinan luar biasa. Itulah yang menjelaskan kenapa Bung Hatta mencari jalan lain dan merumuskannya untuk Indonesia, agar tidak mengulangi efek negatif dari kapitalisme.

"Beliau banyak belajar dari pengalaman dari negara Eropa lainnya, terutama di Belanda dan Skandinavia, di mana tingkat keadilan sosial rakyatnya sampai hari ini masih paling tertinggi di dunia. Di mana kesejahteraan, pendidikan, kesehatan di negara- negara Eropa barat tersebut, termasuk lebih adil, lebih baik dari pada negara kapitalisme Amerika," tutup Rizal Ramli.

Sebelumnya, Rizal Ramli melakukan ziarah ke makam mantan Presiden Soekarno di Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sanan Wetan, Kota Blitar, Jawa Timur, Jumat (16/3). Dia mengingatkan, hingga kini masih ada sekitar 40 persen warga Indonesia yang belum menikmati arti kemerdekaan, yang salah satunya mencari makan masih susah.

(mdk/fik)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP