Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Usai insiden penembakan KKB, tenaga medis di Tembagapura dievakuasi

Usai insiden penembakan KKB, tenaga medis di Tembagapura dievakuasi Ilustrasi

Merdeka.com - Usai insiden penembakan yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB) melukai enam dan menewaskan satu anggota Brimob, enam petugas kesehatan di Puskesmas Aroanap, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua dievakuasi. Manajemen PT Freeport Indonesia mengerahkan helikopter untuk membantu proses mengevakuasi.

Evakuasi tersebut dilakukan berdasarkan permohonan Kepala Puskesmas Aroanop Yohanes Solme, kepada Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Philipus Kehek, yang diteruskan kepada SLD Freeport.

"Yang tadi dievakuasi berjumlah tujuh orang diantaranya enam petugas kesehatan yang ada di kampung Omponi-Aroanop dan satu ibu guru," kata Yohanes, Selasa (31/10). Dikutip dari Antara.

Sementara itu enam petugas kesehatan lain yang ada di kampung Baluni beserta empat guru yang ada di Omponi agendanya akan dievakuasi Rabu (1/11).

Yohanis mengatakan bahwa langkah untuk mengevakuasi tenaga kesehatan di wilayah itu bertujuan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, mengingat teror penembakan KKB terjadi di Distrik Tembagapura sejak Sabtu (21/10) hingga Minggu (30/10).

Selain itu, Yohanes bersikeras untuk mengevakuasi petugas kesehatan menyusul pesan singkat yang dikirim olah salah satu petugas kesehatan terkait permintaan evakuasi.

Pesan singkat melalui telepon selulernya tersebut segera ditindaklanjuti Yohanis, lantaran tidak adanya jaminan keamanan kepada para petugasnya.

Lagi pula sejumlah karyawan Freeport yang sementara mengerjakan proyek di wilayah itu sudah terlebih dahulu dievakuasi oleh Freeport.

Selain itu, perumahan petugas kesehatan dan para guru di Omponi terletak jauh dari permukiman warga.

"Kita tidak mau ambil resiko, apapun yang terjadi mereka harus segera dievakuasi," ujarnya.

Sebanyak tujuh orang yang dievakuasi hari Selasa (31/10) terdiri dari dua laki-laki dan lima perempuan.

Sementara yang rencananya akan dievakuasi pada Rabu (1/11) pagi yaitu enam petugas kesehatan yang ada di kampung Baluni terdiri dari tiga perempuan dan tiga laki-laki ditambah dengan empat guru (laki-laki) yang masih ada di kampung Omponi.

Sebelumnya, sejumlah petugas kesehatan yang ada di kampung Banti, Distrik Tembagapura beserta para guru dievakuasi ke Tembagapura bersama dengan pasien-pasien yang saat itu dirawat di Rumah Sakit Banti pada Jumat (27/10) menyusul penembakan mobil ambulans di kampung Utikini lama yang berisi tenaga medis dan seorang ibu yang habis melahirkan pada Selasa (24/10). (mdk/cob)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP