Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Update Korban Erupsi Gunung Semeru: 39 Orang Meninggal Dunia

Update Korban Erupsi Gunung Semeru: 39 Orang Meninggal Dunia Kerusakan rumah warga tertimbun abu vulkanik. ©2021 AFP/Juni Kriswanto

Merdeka.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan korban meninggal dunia akibat akibat awan panas guguran (APG) Gunung Semeru mencapai 39 orang. Jumlahnya bertambah 5 dari data sebelumnya masih 34 korban tewas.

"Data per hari ini, tercatat korban meninggal dunia 39 orang dan hilang 13," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari melalui keterangan tertulis, Kamis (9/12).

Abdul menjelaskan, petugas di lapangan masih melakukan identifikasi dan verifikasi terhadap korban meninggal. Petugas juga terus melakukan pencarian terhadap warga yang hilang. Targetnya, pencarian dilakukan hingga enam hari ke depan di Kampung Renteng, Desa Sumberwuluh dan Desa Curah Kobokan.

Abdul menyebut, aset warga dan fasilitas umum juga terdampak awan panas guguran Gunung Semeru. Rinciannya, rumah 2.970, sapi 764 ekor, kambing 684, dan unggas lainnya 1.578.

Sementara fasilitas umum terdampak antara lain sarana pendidikan 42 unit, sarana ibadah 17, fasilitas kesehatan 1, dan jembatan rusak 1.

Data Pos Komando (Posko) Tanggap Darurat Awan Panas dan Guguran Gunung Semeru pada Rabu (8/12), penyintas berjumlah 6.022 jiwa yang tersebar di 115 titik pos pengungsian.

Posko terus memutakhirkan data warga terdampak maupun mengungsi di wilayah Kabupaten Lumajang, Malang dan Blitar. Sebaran jumlah penyintas paling banyak berada di Kecamatan Candipuro dengan 2.331 orang, sedangkan di Kecamatan Pasirian 983 orang, Pronojiwo 525, Tempeh 554, Sumbersuko 302, dan Lumajang 271.

Kemudian Pasrujamber 212, Sukodono 204, Kunir 127, Tekung 67, Senduro 66, Padang 62, Jatiroto 59, Kedungjajang 50, Klakah 45, Yosowilangun 40, Rowokangkung 37, Ranuyoso 26, Randuagung 24, Tempusari 23, dan Gucialit 14.

Dalam rapat koordinasi posko yang digelar pada hari ini, sejumlah pelayanan dasar menjadi perhatian petugas di lapangan untuk dioptimalkan. Misalnya operasional dapur umum untuk menambah kapasitas masakan, kebutuhan toilet portabel dan ruang yang lebih nyaman untuk warga penyintas.

Terkait alokasi tempat pengungsian, posko masih mengidentifikasi fasilitas pendidikan yang aman dan dapat dimanfaatkan untuk pemindahan para penyintas.

(mdk/ray)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP