Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Update Korban Bencana Semeru: 45 Orang Meninggal Dunia, 9 Masih Hilang

Update Korban Bencana Semeru: 45 Orang Meninggal Dunia, 9 Masih Hilang Dulu Hijau dan Segar, Ini Kondisi Curah Kobokan Setelah Bencana Gunung Semeru. ©2021 Merdeka.com/Darmadi Sasongko

Merdeka.com - Jumlah korban meninggal dunia akibat awan panas guguran Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, kembali bertambah. Data kemarin masih 43, kini naik menjadi 45 orang meninggal dunia.

"Jadi hari ini tambah 2 orang lagi dari Kamar Kajang. Sehingga totalnya adalah 45 jiwa," kata Komandan Posko Tanggap Darurat Bencana Dampak Awan Panas dan Guguran Gunung Semeru, Kol Inf Irwan Subekti dalam konferensi pers, Jumat (10/12).

Irwan mencatat, korban yang masih hilang sebanyak sembilan orang. Sementara korban luka berat 19 dan luka ringan 19 orang. Korban luka ringan ini mengalami luka bakar pada bagian kakinya.

Dia menambahkan, jumlah pengungsi tercatat mencapai 6.573 orang. Mereka tersebar di 126 titik pengungsian. Kerugian material sementara berupa 2.970 rumah dan 33 fasilitas umum.

"Salah satu fasilitas umum sampai sekarang yang terparah adalah putusnya Gladak Perak," sambungnya.

Gunung Semeru menyemburkan awan panas guguran pada Sabtu (4/12). Bupati Lumajang Thoriqul Haq mengungkapkan Jembatan Gladak Perak yang terputus akan kembali dibangun.

Rencananya, pembangunan jembatan yang menghubungkan Lumajang dengan Malang ini dimulai Januari 2022.

"Akan dimulai tahun depan. Sekarang sudah Desember, artinya bulan depan, bukan tahun depan lagi," ungkapnya dalam konferensi pers, Selasa (7/12).

Menurut pria yang akrab disapa Thoriq ini, rencana pembangunan Jembatan Gladak Perak berdasarkan hasil pertemuan dengan Presiden Joko Widodo di lokasi bencana Gunung Semeru. Pembangunan jembatan diperkirakan memakan waktu selama sembilan bulan.

"Tentu membangun jembatan yang menghubungkan Kabupaten Malang dengan Lumajang ini butuh waktu," ujarnya.

Untuk sementara, pemerintah berencana membangun jembatan gantung untuk menghubungkan Lumajang dengan Malang. Jembatan ini nantinya hanya bisa diakses kendaraan roda dua dan tiga.

"Roda tiga nanti fungsinya untuk pendistribusian logistik yang bisa diangkut roda tiga," sambungnya.

Sedangkan untuk kendaraan roda empat, pemerintah mencari jalur alternatif lain. Rencananya, pemerintah membangun jalan penghubung dari Lumajang ke Prunojiwo.

Akses jalan dimulai dari Kecamatan Pasirian ke Tempursari hingga Prunojiwo. Jalan ini bisa digunakan masyarakat umum untuk berkebun di kawasan Perhutani.

"Nanti ini akan bisa digunakan kendaraan roda empat dari arah Kabupaten Lumajang ke Prunojiwo," jelasnya.

(mdk/rhm)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP