Unair Umumkan 68 Kandidat Penerima Golden Ticket 2026, Seleksi Ketat Berbasis Kuadran

Universitas Airlangga (Unair) telah mengumumkan 68 kandidat penerima Golden Ticket 2026 dari ribuan pendaftar. Seleksi ketat berbasis kuadran ini menjamin calon mahasiswa terbaik.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Unair Umumkan 68 Kandidat Penerima Golden Ticket 2026, Seleksi Ketat Berbasis Kuadran
Universitas Airlangga (Unair) telah mengumumkan 68 kandidat penerima Golden Ticket 2026 dari ribuan pendaftar. Seleksi ketat berbasis kuadran ini menjamin calon mahasiswa terbaik. (AntaraNews)

Universitas Airlangga (Unair) di Surabaya secara resmi mengumumkan 68 kandidat calon mahasiswa yang berhak menerima "golden ticket" untuk tahun akademik 2026. Pengumuman penting ini disampaikan pada Jumat, 27 Maret 2026, menandai langkah awal menuju pendidikan tinggi bagi para siswa berprestasi.

Para kandidat terpilih ini merupakan hasil dari proses seleksi yang sangat ketat, menyaring dari total 3.855 pendaftar. Pendaftar tersebut berasal dari 1.690 sekolah yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap Unair.

Rektor Unair, Prof. Muhammad Madyan, menjelaskan bahwa seleksi komprehensif ini menggunakan metode berbasis kuadran yang unik dan inovatif. Sistem ini dirancang untuk menggabungkan capaian akademik dan prestasi non-akademik secara seimbang, memastikan penilaian yang lebih adil dan menyeluruh bagi setiap calon mahasiswa.

Proses Seleksi Komprehensif Berbasis Kuadran untuk Golden Ticket Unair 2026

Sistem seleksi berbasis kuadran yang diterapkan Unair menjadi inti dalam menentukan penerima Golden Ticket Unair 2026. Metode ini dirancang khusus untuk menilai secara holistik potensi dan kualitas calon mahasiswa. Rektor Unair secara spesifik menyebutnya sebagai kombinasi antara Akademik Excellent dan Prestasi Excellent, yang menjadi tolok ukur utama.

Dari ribuan pendaftar yang bersaing, sebanyak 207 siswa berhasil masuk dalam Kuadran 1, sebuah kategori yang menunjukkan capaian akademik dan non-akademik yang sangat baik. Sementara itu, 68 siswa lainnya yang kini menjadi kandidat penerima golden ticket, berada di Kuadran 2. Mereka memiliki capaian akademik baik dan prestasi non-akademik sangat baik.

Prof. Madyan lebih lanjut merinci bahwa Kuadran 3 diisi oleh peserta dengan capaian akademik standar, namun mungkin memiliki potensi di area lain. Sedangkan Kuadran 4 diperuntukkan bagi peserta dengan capaian akademik sangat baik, namun dengan prestasi non-akademik yang standar. Peserta dari Kuadran 2 inilah yang secara resmi diusulkan untuk memperoleh Golden Ticket Unair 2026 melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

Metode kuadran ini memungkinkan Unair untuk tidak hanya melihat nilai akademis semata, tetapi juga mempertimbangkan kontribusi dan bakat siswa di luar lingkup kelas. Ini adalah upaya Unair untuk mendapatkan mahasiswa yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan berprestasi di berbagai bidang.

Tingginya Kepercayaan Publik dan Peluang Lain di Universitas Airlangga

Tingginya jumlah pendaftar untuk Golden Ticket Unair 2026 merupakan cerminan nyata dari kepercayaan besar masyarakat terhadap kualitas pendidikan yang ditawarkan Universitas Airlangga. Angka ribuan pendaftar dari seluruh pelosok negeri ini menunjukkan reputasi Unair sebagai salah satu institusi pendidikan terkemuka dan diidamkan di Indonesia.

Para kandidat penerima golden ticket saat ini sedang dalam proses pengusulan kepada Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) di Jakarta. Langkah ini merupakan tahapan krusial yang akan menentukan status akhir mereka sebagai calon mahasiswa Unair. Proses verifikasi dan finalisasi oleh SNPMB menjadi penentu akhir.

Bagi siswa yang belum berhasil lolos dalam seleksi golden ticket ini, Rektor Unair tetap memberikan dorongan untuk tetap optimistis dan tidak berkecil hati. Masih tersedia berbagai jalur lain yang dapat ditempuh untuk masuk ke Universitas Airlangga. Jalur-jalur tersebut meliputi Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) dan juga jalur mandiri dengan beragam skema yang ditawarkan.

Prof. Madyan menekankan pentingnya terus berikhtiar dan berdoa dalam setiap upaya meraih pendidikan. Ia mengingatkan bahwa di mana pun nantinya seseorang menempuh pendidikan, itu adalah skenario terbaik dari Allah SWT. Oleh karena itu, jangan berputus asa, karena masih ada banyak kesempatan untuk menjadi bagian dari civitas akademika Universitas Airlangga.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi