Tim dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) telah berhasil mengembangkan sebuah teknologi inovatif. Inovasi ini berupa sistem pemilah buah otomatis berbasis kecerdasan buatan (AI). Teknologi canggih ini dirancang khusus untuk meningkatkan standar kualitas ekspor buah manggis Indonesia.
Pengembangan ini menanggapi kebutuhan pasar internasional yang sangat ketat. Buah manggis yang akan diekspor harus memenuhi kriteria ukuran dan tingkat kematangan tertentu. Solusi berbasis teknologi ini diharapkan dapat membuat proses pemilahan menjadi lebih efisien dan akurat.
Slamet Riyadi, dosen Teknik Informatika sekaligus Wakil Rektor UMY Bidang Mutu, Reputasi, dan Kemitraan, menjelaskan hal tersebut di Yogyakarta pada hari Senin. Beliau menekankan pentingnya inovasi ini untuk daya saing produk pertanian Indonesia di kancah global.
Advertisement
Advertisement
Cara Kerja dan Keunggulan Teknologi Pemilah Buah AI UMY
Sistem pemilah buah otomatis AI ini bekerja dengan mekanisme "conveyor belt" yang membawa buah manggis masuk ke dalam sebuah chamber khusus. Di dalam chamber tersebut, dua kamera canggih memotret buah dari sisi atas dan samping. Pemotretan ini bertujuan untuk mengukur diameter buah secara presisi.
Selain pengukuran diameter, kamera juga berperan penting dalam mendeteksi tingkat kematangan buah. Proses deteksi kematangan ini didukung penuh oleh teknologi kecerdasan buatan (AI) yang tertanam dalam sistem. AI menganalisis citra buah untuk menentukan tingkat kematangannya.
Setelah data ukuran dan kematangan diperoleh, lengan pneumatik yang telah dipatenkan oleh tim UMY akan secara otomatis mendorong buah. Buah-buah tersebut akan disortir sesuai dengan kategori ukurannya, seperti besar, sedang, atau kecil. Mekanisme ini memastikan setiap buah terpilah dengan tepat.
Advertisement
Tony Khristanto Hariadi, Dosen Prodi Profesi Insinyur UMY, menambahkan bahwa sistem ini sangat fleksibel. Kriteria pemilahan dapat diprogram ulang sesuai kebutuhan. Ini memungkinkan teknologi pemilah buah otomatis ini digunakan untuk jenis buah lain atau kriteria yang berbeda di masa mendatang.
Advertisement
Uji Coba dan Potensi Masa Depan Pemilah Buah Otomatis
Dalam serangkaian uji coba yang dilakukan di laboratorium, alat pemilah buah otomatis ini menunjukkan performa yang sangat menjanjikan. Akurasi sistem tercatat di atas 90 persen, terutama untuk pengukuran diameter buah. Hasil ini membuktikan keandalan teknologi yang dikembangkan.
Deteksi kematangan buah dilakukan menggunakan metode "Support Vector Machine (SVM)". Sementara itu, perhitungan ukuran diameter buah memanfaatkan teknologi pengolahan citra digital yang presisi. Kombinasi kedua metode ini menghasilkan pemilahan yang akurat dan konsisten.
Tony Khristanto Hariadi menegaskan bahwa akurasi yang tinggi ini menjadi modal penting. Ke depannya, tim berharap dapat segera melakukan uji coba lapangan. Uji coba ini penting untuk melihat kinerja alat secara komprehensif dalam kondisi riil di lapangan.
Advertisement
Pengembangan teknologi pemilah buah otomatis berbasis AI ini membuka peluang besar. Potensi produksi massal alat ini sangat diharapkan. Tujuannya agar teknologi ini dapat dimanfaatkan secara luas oleh para pelaku industri buah dan sektor ekspor di seluruh Indonesia, mendukung peningkatan kualitas produk nasional.
Sumber: AntaraNews