Ulang tahun ke 100 LSF punya nilai penting bagi perfilman Tanah Air
Merdeka.com - Lembaga Sensor Film (LSF) merayakan ulang tahunnya ke 100. Dalam perayaan ini, Ketua LSF Ahmad Yani Basuki mengatakan film memiliki peran penting dalam meningkatkan ketahanan budaya bangsa dan kesejahteraan masyarakat lahir dan batin.
Yani menjelaskan, tugas penting LSF adalah memberikan tayangan dan tontonan baik kepada masyarakat dengan melakukan peninjauan terhadap tiap film akan tayang di Indonesia.
"Momentum peringatan 100 tahun sensor film di Indonesia mempunyai nilai dan makna yang penting untuk kami manfaatkan dengan sebaik baiknya dalam mengawal paradigma baru sensor film," ujar Yani di Gedung Film, Jalan MT Haryono, Jakarta Selatan (18/11).
Yani mengatakan kehadiran negara dan sinergitas stakeholders perfilman merupakan sebuah keniscayaan dalam bersama sama membangun dan mengembangkan perfilman nasional.
Dalam kesempatan yang sama, Yani mengingatkan kembali bahwa sesuai pasal 57 bab IV UU No 33 Tahun 2009 tentang perfilman mewajibkan setiap film yang akan dipertontonkan harus memiliki Surat Tanda Lulus Sensor.
"Semua Film yang akan tayang di Indonesia harus memiliki Surat Tanda Lulus Sensor. Untuk itu semua gedung bioskop harus menayangkan leader atau telop yang menjelaskan tentang klasifikasi penggolongan usia penontonnya," ujar Yani.
Yani menjelaskan, untuk penggolongan usia penonton, pihaknya membagi empat kategori yaitu umur 13+, 17+ dan 21+. Penggolongan ini tujuannya untuk memberikan tontonan dan tayangan sesuai dengan kebutuhan masing masing penikmat film.
Selain itu, dalam perayaan ini LSF juga meresmikan perilisan buku berjudul "Bungai Rampai: 100 Tahun Sensor Film di Indonesia" yang di resmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy. (mdk/ang)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya