Kabar gembira buat jemaah Calon Haji (Calhaj) embarkasi Surabaya, Jawa Timur. Kini, mereka, khususnya Calhaj berusia lanjut, tidak akan kehabisan bekal minum saat perjalanan.
Sebab, sejak rombongan Calhaj kelompok terbang (kloter) 44 asal Kabupaten Tuban masuk di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES) Sukolilo, pemeriksaan barang bawaan serta tas tenteng milik jemaah, sudah diubah.
Kasubbag Informasi dan Humas Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur, Markus mengatakan, perubahan ini berdasarkan evaluasi pemberangkatan Calhaj tiga hari lalu.
"Sudah (diterapkan) mulai hari Rabu kemarin," kata Markus, Kamis (2/8).
Dijelaskan Markus, perubahan proses pemeriksaan barang bawaan dan tas tenteng oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) ini bertujuan untuk memberi pelayanan terbaik baik jamaah Calhak embarkasi Surabaya.
Awalnya, lanjutnya, ketika jemaah Calhaj memasuki Gedung Bir Ali di AHES Sukolilo, tas tenteng dan barang bawaan diperiksa melalui x-ray. Semua barang dalam bentuk cairan yang melebihi 100 ml akan disita. Termasuk air minum.
"Dalam proses pemberangkatan di Bir Ali yang terdiri dari pemberian living cost, stamp paspor, boarding pass pesawat, ini memakan waktu cukup lama, belum lagi perjalanan menuju bandara," katanya.
"Sementara air minum sudah disita. Padahal banyak JCH (jemaah Calhaj) yang usianya di atas 50 tahun dan sangat membutuhkan air minum," terangnya.
Oleh karena itu, masih kata Markus, PPIH melakukan perubahan pada proses pemeriksaan barang bawaan Calhaj.
"Kini, mereka dapat membawa air minum ke Hall Bir Ali selama proses pemberangkatan," katanya lagi.
Kemudian saat turun dari Hall Bir Ali lantai atas, tas tenteng dan bawaan baru diperiksa melalui x-ray dan lansung menuju ke bus.
"Alhamdulillah layanan makin cepat, dan wajah jamaah juga makin cerah karena tidak lagi kehausan," tandasnya.