Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

UAS Ditolak Singapura, Tokoh Agama Diminta Redam Situasi agar Tak Timbul Perpecahan

UAS Ditolak Singapura, Tokoh Agama Diminta Redam Situasi agar Tak Timbul Perpecahan ustadz abdul somad. ©2017 google

Merdeka.com - Ustadz Abdul Somad (UAS) ditolak masuk ke Singapura memunculkan beragam reaksi di Tanah Air. Sempat terjadi demo memprotes kejadian itu di sejumlah daerah. Muncul juga seruan boikot ke Negeri Singa.

Mantan Kelompok Ahli Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Sri Yunanto menyayangkan sebaran narasi mengaitkan kejadian UAS dengan islamophobia serta kriminalisasi ulama.

"Konsentrasi pemerintah Singapura itu soal substansi apa yang pernah disampaikan, bukan individunya," kata Yunanto dalam keterangannya, Senin (23/5).

Dengan adanya kejadian ini, Yunanto berharap dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak khususnya tokoh agama agar memberikan dakwah mendamaikan dan mempersatukan seluruh umat. Jangan sampai kejadian UAS 'digoreng' kelompok ingin pecah belah bangsa.

"Masyarakat perlu disadarkan, disamakan persepsi bahwa semua agama tentunya mengajarkan perdamaian, kemudian antar-pemeluk agama ini mempunyai satu sikap yang toleran," tuturnya.

Yunanto juga menilai pentingnya peran tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam meredam situasi agar tidak berlarut hingga menimbulkan perpecahan. Menurutnya, peran para tokoh sangat penting untuk menjernihkan pandangan masyarakat.

"Saya kira tokoh-tokoh itu bisa juga membantu menjernihkan. Untuk melihat masalah ini dengan jernih," ujar Dosen Magister FISIP Universitas Muhammadiyah Jakarta ini.

Seperti diketahui, Kementerian Dalam Negeri (MHA) Singapura membeberkan alasan UAS ditolak masuk. UAS sempat dimintai keterangan di kantor Imigrasi Singapura selama tiga jam dan diminta meninggalkan Singapura dengan kapal feri ke Batam.

MHA menyebut UAS menyebarkan ajaran secara ekstremis yang tidak dapat diterima di masyarakat multi-ras dan multi-agama Singapura. Salah satunya mereka menyoroti isi khotbah UAS soal bom bunuh diri adalah sah dalam konteks konflik Israel-Palestina.

UAS mengatakan, tuduhan-tuduhan terkait ekstremis disematkan Singapura sudah ada klarifikasi dalam jejaring Youtube. UAS mengaku konteksnya menjawab pertanyaan jemaah soal masalah di Palestina.

"Konteksnya saya menyampaikan itu di dalam masjid, menjawab pertanyaan jemaah. Masak jemaah tanya, 'Ustaz, masalah di Palestina gimana? jangan dijawab. Nanti kalau dijawab saya nggak bisa masuk ke Singapura.' Saya kan intelektual," kata UAS dalam di YouTube Refly Harun.

(mdk/did)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP