Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Uang untuk komputer SMK Garut digondol maling, kaca mobil dipecah

Uang untuk komputer SMK Garut digondol maling, kaca mobil dipecah Ilustrasi Pencuri. Ilustrasi shutterstock.com

Merdeka.com - Uang SMK Bakti Kencana, Garut, Jawa Barat, sebanyak Rp 140 juta yang disimpan di dalam mobil digondol maling, Senin (30/1). Uang tersebut rencananya digunakan untuk membeli 50 komputer di sekolah tersebut.

"Uang sebesar Rp 137 juta itu akan saya pakai untuk membeli komputer. Selain uang itu, ada juga uang sebesar Rp 3 juta. Jadi, totalnya ada Rp 140 juta dibawa maling," kata Kepala SMK Bakti Kencana Limbangan, Undang Supiandi (47), seperti dilansir Antara.

Ia mengungkapkan, yang dibawa maling tersebut merupakan uang Bantuan Pendidikan Menengah Universal (BPMU) Provinsi Jawa Barat yang akan digunakan untuk membayar 50 unit komputer.

Ia menuturkan, aksi perampokan itu bermula setelah membawa uang dari Kantor Bank Jabar Banten Cabang Garut Jalan Ahmad Yani sebesar Rp 137 juta. Dari bank itu, ia yang membawa mobil berpelat nomor polisi D 1860 UE berangkat ke ATM BRI karena akan membayar biaya acara di salah satu hotel.

"Belum juga masuk ke ATM, ada yang teriak-teriak maling," jelasnya.

Undang selanjutnya berlari ke arah mobil, dan melihat kondisi mobil kaca bagian tengah kanan sudah pecah, dan uang yang disimpan di bawah jok, hilang.

"Saat memeriksa ke dalam mobil, uang yang baru saja tadi diambil dari bank sudah hilang," katanya.

Menurut dia, aksi kawanan maling yang mengunakan sepeda motor itu berlangsung dengan cepat. Bahkan kondisi lalu lintas yang ramai, kata dia, sulit untuk mengejar para pelaku.

"Kata saksi di sini, pelakunya dua orang pakai motor Satria FU, saya tidak curiga karena situasinya memang ramai," beber Undang.

Ia melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian, tidak lama polisi datang dan melakukan olah tempat kejadian perkara.

"Saya berani meninggalkan uang di mobil karena suasananya juga sedang ramai," katanya.

Kepala Polsek Tarogong Kidul, Kompol Richard Latue, mengatakan hasil penyelidikan sementara, pelaku sudah mengikuti korban sejak keluar dari kantor BJB Cabang Garut.

"Pelaku sudah mengikuti korban sejak dari Bank BJB, modusnya pecah kaca. Kami masih lakukan penyelidikan," kata Richard.

(mdk/msh)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP