Tuntut Dialog dengan Gubernur Jatim, Mahasiswa Tolak Jamuan Makan Malam

Selasa, 8 Oktober 2019 22:44 Reporter : Erwin Yohanes
Tuntut Dialog dengan Gubernur Jatim, Mahasiswa Tolak Jamuan Makan Malam Kericuhan di gedung Grahadi Surabaya. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Sejumlah mahasiswa yang diundang silahturahmi oleh Gubernur Jatim Khofifah Indarparawansa di Gedung Negara Grahadi menolak jamuan makan malam yang telah disediakan. Kericuhan ini pun berlanjut saat para mahasiswa tersebut ngotot meminta berdialog lebih dulu dengan gubernur terkait dengan tuntutan mereka.

Awalnya, para mahasiswa tersebut sudah berada di tempat makan yang disediakan oleh protokol gubernur di taman area belakang gedung negara Grahadi. Terlihat juga Pangdam V/Brawijaya dan Kapolda Jatim sudah berada di lokasi yang sama, namun belum terlihat Gubernur Jatim Khofifah Indarparawansa.

Saat hendak makan itulah, salah satu mahasiswa memegang microfon dan meminta pada para mahasiswa yang berada di lokasi tersebut untuk tidak makan.

"Rekan-rekan mahasiswa, jangan makan dan jangan minum, apapun itu. Kita ke sini mau audensi," ujar mahasiswa yang diketahui bernama Zamzam Syahara, asal Unair, Selasa (8/10) malam.

Mendengar komando ini, sejumlah mahasiswa lalu 'digiring' keluar area makan menuju sebuah ruangan di gedung Grahadi. Di tempat tersebut terlihat dosen Unair Airlangga Pribadi dan Sukowidodo berupaya memediasi keinginan para mahasiswa tersebut.

Namun, dalam dialog itu para mahasiswa tetap ngotot tidak mau makan jamuan Gubernur, jika belum berdialog soal tuntutan para mahasiswa.

Kengototan para mahasiswa ini pun disambut kekecewaan para dosen Unair. Sebab, dalam acara ini mayoritas adalah anak didiknya.

"Sejak awal kan tidak ada kesepakatan bahwa kalian tidak mau makan. Kalian diundang di sini itu untuk silahturahmi. Tapi kalian sudah merusaknya. Yang namanya toto kromo itu, kalau diundang oleh tuan rumah disuguhi ya harusnya makan. Itu namanya menghormati," ujarnya.

Meski mendapatkan protes tersebut, para mahasiswa tetap tidak mau menuruti Airlangga yang mengaku sebagai pihak yang menjembatani para mahasiswa dengan Gubernur. Mereka tetap ngotot agar disediakan ruang dialog dengan Gubernur terkait dengan tuntutan mereka.

"Pertanyaannya hanya begini pak, ada dialog atau tidak, itu saja," tambah Zamzam.

Pertanyaan ini pun tidak bisa dituruti baik oleh para dosen atau pun protokoler gubernur. Para mahasiswa yang merasa sudah tidak meneruskan mediasi itu lalu memutuskan untuk pergi meninggalkan acara tersebut.

Usai acara, Zamzam mengakui enggan memakan jamuan gubernur lantaran masih banyak persoalan yang menurutnya belum terselesaikan. Di antaranya ada 7 tuntutan yang hendak didialogkan dengan gubernur namun tidak tersampaikan pada saat acara jamuan makan malam ini.

"Ya kita kecewa saja kenapa tidak ada dialog. Padahal yang kita inginkan adalah dialog dengan gubernur," katanya, sembari mengatakan jika para mahasiswa langsung membubarkan diri dari Grahadi. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini