Tunjangan Kepala Sekolah SMA, SMK dan SLB di Bali Naik Jadi Rp6 Juta Lebih

Rabu, 6 November 2019 04:06 Reporter : Moh. Kadafi
Tunjangan Kepala Sekolah SMA, SMK dan SLB di Bali Naik Jadi Rp6 Juta Lebih Gubernur Bali bersama sejumlah guru SMA sederajat. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Tunjangan jabatan Kepala Sekolah dari SMA, SMK atau SLB se-Bali naik sejak Oktober 2019. Gubernur Bali Wayan Koster menuturkan, kenaikan tunjangan kepala sekolah hingga lebih dari 300 persen. Hal itu, terkait Pergub No 7 Tahun 2019 tentang tambahan penghasilan bagi Pegawai Negeri Sipil Daerah (PNSD) yang menduduki jabatan fungsional guru dan tenaga kependidikan pada satuan pendidikan menengah dan pendidikan khusus di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali.

"Dulu tunjangan kepala sekolah hanya Rp1,5 juta dan per Oktober ini saya naikkan menjadi Rp6.250.000. Naiknya tinggi sekali dan tunjangan profesi masih tetap didapat," kata Koster di Ruang Rapat Wiswasabha, Kantor Gubernur Bali, Selasa (5/11).

"Dengan kenaikan tunjangan ini, saya harap kepala sekolah bisa meningkatkan mutu sekolahnya. Bagaimana agar murid-murid disiplin, gurunya juga disiplin, sistem pengajaran dan tata kelola sekolah juga baik dan pada akhirnya kualitas pendidikan sekolah akan meningkat," jelas Koster di hadapan sekitar 142 kepala sekolah se-Bali.

Gubernur Koster menyampaikan, kenaikan tunjangan kepala sekolah ini diberikan sebagai bentuk apresiasi pemerintah atas kinerja kepala sekolah dan merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah menengah.

Koster berharap agar jabatan kepala sekolah yang merupakan pemimpin tertinggi pada sebuah lembaga pendidikan, memegang peranan yang sangat besar dalam membawa dan menentukan kualitas pendidikan. Dengan kenaikan tunjangan ini, ia berharap agar jabatan kepala sekolah benar-benar diisi oleh orang yang berkualitas.

Selain itu, Koster juga menyampaikan bahwasannya pendidikan merupakan salah satu bidang prioritas dari Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Ke depan akan dibangun lebih banyak lagi SMA, SMK atau SLB di Bali serta perluasan gedung maupun sarana prasarana penunjang pendidikan di sekolah, sehingga sekolah bisa menampung semua siswa dan pelaksanaan wajib belajar 12 tahun dapat tercapai.

"Kami juga terus melakukan sejumlah kajian serta mengimplementasikan sejumlah program dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Bali sehingga tercipta SDM Bali yang unggul, memiliki daya saing dan mampu memenangkan persaingan di tingkat global," ujarnya. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Pendidikan Indonesia
  3. Denpasar
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini