Trivia: Seluas 6,7 Hektare! Penajam Paser Utara Hibahkan Lahan untuk Pembangunan Sekolah Rakyat

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara menghibahkan lahan seluas 6,7 hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat, menunggu realisasi fisik dari pusat demi pendidikan warga kurang mampu.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Trivia: Seluas 6,7 Hektare! Penajam Paser Utara Hibahkan Lahan untuk Pembangunan Sekolah Rakyat
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara menghibahkan lahan seluas 6,7 hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat, menunggu realisasi fisik dari pusat demi pendidikan warga kurang mampu. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, telah mengambil langkah signifikan dalam mendukung pendidikan bagi warganya. Pemkab PPU secara resmi menghibahkan lahan seluas 6,7 hektare di Kelurahan Lawe-Lawe, Kecamatan Penajam, yang diperuntukkan bagi pembangunan Sekolah Rakyat. Inisiatif ini bertujuan untuk menyediakan fasilitas pendidikan yang layak bagi masyarakat kurang mampu di wilayah tersebut.

Langkah hibah lahan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk mempercepat realisasi program pendidikan inklusif. Bupati Penajam Paser Utara, Mudyat Noor, menegaskan bahwa lahan tersebut berlokasi di RT 06, Kelurahan Lawe-Lawe, dan sudah disiapkan sepenuhnya. Pemerintah kabupaten berharap Sekolah Rakyat ini dapat segera dibangun dan beroperasi untuk memenuhi kebutuhan pendidikan.

Proses administrasi terkait hibah lahan kepada pemerintah pusat telah diselesaikan dengan baik, dan seluruh kelengkapan syarat administrasi sudah diserahkan kepada Kementerian Sosial (Kemensos). Saat ini, Pemkab PPU menantikan keputusan dan realisasi pembangunan fisik dari pemerintah pusat, khususnya yang akan ditangani oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU), dengan harapan dapat terealisasi tahun ini.

Persiapan Lahan dan Infrastruktur Pendukung

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara telah menunjukkan keseriusan dalam mempersiapkan lokasi pembangunan Sekolah Rakyat. Lahan seluas 6,7 hektare yang dihibahkan di Kelurahan Lawe-Lawe telah bersertifikat atas nama pemerintah kabupaten, memastikan legalitas dan ketersediaan lahan untuk proyek penting ini.

Tidak hanya menyediakan lahan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Penajam Paser Utara juga telah melakukan pematangan akses jalan masuk ke lokasi tersebut. Akses jalan sepanjang 240 meter dengan lebar tujuh meter telah disiapkan oleh pemerintah kabupaten. Infrastruktur pendukung ini sangat vital untuk memudahkan mobilitas selama masa konstruksi dan operasional sekolah nantinya.

Menurut Bupati Mudyat Noor, “Pemerintah kabupaten menyiapkan lahan 6,7 hektare untuk Sekolah Rakyat di RT 06, Kelurahan Lawe-Lawe.” Persiapan menyeluruh ini menunjukkan kesiapan Pemkab PPU untuk mendukung penuh pembangunan fasilitas pendidikan bagi masyarakat.

Menanti Realisasi dari Pemerintah Pusat

Setelah seluruh persiapan lahan dan administrasi hibah lahan Sekolah Rakyat selesai, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara kini menanti realisasi pembangunan fisik dari pemerintah pusat. Seluruh persyaratan administrasi yang diminta oleh Kementerian Sosial untuk pembangunan Sekolah Rakyat telah dilengkapi oleh Pemkab PPU.

Bupati Mudyat Noor menyatakan, “Saat pemerintah kabupaten menunggu realisasi pembangunan fisik yang ditangani Kementerian Pekerjaan Umum (PU).” Harapan besar diletakkan pada pemerintah pusat agar pembangunan sekolah untuk warga kurang mampu ini dapat segera dimulai, bahkan diharapkan bisa terealisasi pada tahun ini.

Pemerintah kabupaten juga telah meminta pemerintah pusat untuk segera memberikan kejelasan mengenai realisasi pembangunan Sekolah Rakyat ini. Kejelasan tersebut penting agar Pemkab PPU dapat segera melakukan perekrutan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, serta memulai proses perekrutan peserta didik. Langkah ini akan memastikan bahwa sekolah dapat beroperasi segera setelah pembangunan fisiknya rampung.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi