Tragis, Merantau Cari Kerja ke Jakarta Pria Ini Tewas Dikeroyok di Pelabuhan

Keluarga korban mendapat kabar duka dari saudara di Jakarta.

Ananias Petrus
Oleh Ananias Petrus - Reporter
Tragis, Merantau Cari Kerja ke Jakarta Pria Ini Tewas Dikeroyok di Pelabuhan
Ilustrasi garis polisi. (Liputan6.com/Raden Trimutia Hatta) (@ 2023 merdeka.com)

Seorang pria berinisial ML (33) yang hendak berangkat mencari kerja di Kota Jakarta menjadi korban pengeroyokan di Pelabuhan Tenau Kupang. Korban tewas setelah dilarikan ke rumah sakit S.K Lerik Kota Kupang.

Setelah dianiaya secara brutal oleh sekelompok orang, korban yang sudah kritis sempat dibawa ke rumah keluarga istrinya di Kelurahan Oesapa, Kelapa Lima. Kondisi korban yang makin parah kemudian dilarikan ke rumah sakit namun nyawanya tidak tertolong.

Adik korban bernama Yohanes Loinati yang ditemui di ruang jenazah rumah sakit S. K Lerik menceritakan, saat itu, dia yang mengantar kakaknya ke Pelabuhan Tenau Kupang, untuk berangkat ke Jakarta mencari kerja.

"Sekitar pukul 12.00 siang saya antar kakak ke Pelabuhan Tenau, karena kakak ingin ikut saudari di Jakarta untuk mencari kerja di sana. Setelah beli tiket, saya langsung pulang," kata Yohanes, Sabtu (24/8).

Menurut Yohanes, saat dalam perjalanan pulang, tiba-tiba dia ditelepon oleh saudarinya yang berada di Jakarta dan menginformasikan bahwa kakaknya telah ditangkap dan dipukul oleh beberapa orang di Pelabuhan Tenau.

"Kemudian saudari di Jakarta menyampaikan lagi, kalau kakak sudah dibawa dari pelabuhan ke rumah keluarga istrinya di Kelurahan Oesapa, Kota Kupang," ujar di.

Yohanes kembali memberkati, sang kakak juga sempat menghubungi saudari mereka di Jakarta dan menginformasikan bahwa keadaannya sedang kritis akibat penganiayaan oleh sekelompok orang tersebut.

"Saat kami ke rumah keluarga istrinya, kakak sudah dibawa ke rumah sakit sehingga kami langsung ikut ke sana dan ternyata kakak kami sudah meninggal dunia," kata Yohanes.

Keluarga telah melaporkan kejadian ini ke Polresta Kupang Kota. Polisi telah membawa jenazah korban dari rumah sakit S.K Lerik ke RSB Titus Ully Kupang, untuk dilakukan autopsi.

"Kami berharap polisi bisa segera menangkap para pelaku dan dihukum sebera-beratnya," tutup Yohanes.

Rekomendasi