Tragis, Jenazah Atlet Gimnastik Naufal yang Meninggal di Rusia Tiba di Tanah Air

Jenazah atlet gimnastik artistik putra, Naufal Takdir Al Bari, yang meninggal akibat kecelakaan saat latihan di Rusia, akhirnya tiba di Indonesia, meninggalkan duka mendalam bagi dunia olahraga.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tragis, Jenazah Atlet Gimnastik Naufal yang Meninggal di Rusia Tiba di Tanah Air
Jenazah atlet gimnastik artistik putra, Naufal Takdir Al Bari, yang meninggal akibat kecelakaan saat latihan di Rusia, akhirnya tiba di Indonesia, meninggalkan duka mendalam bagi dunia olahraga. (Merdeka.com)

Kabar duka menyelimuti dunia olahraga Indonesia dengan tibanya jenazah atlet gimnastik artistik putra, Naufal Takdir Al Bari (19), di tanah air. Naufal meninggal dunia akibat kecelakaan tragis saat menjalani latihan di Penza, Rusia, pada Kamis (24/9) lalu. Kedatangan jenazahnya disambut dengan kesedihan mendalam di Terminal Cargo Jenazah Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Kamis malam (02/10).

Proses repatriasi jenazah Naufal dilakukan dengan penerbangan Turkish Airlines TK56, yang tiba sekitar pukul 18.57 WIB setelah menempuh perjalanan panjang dari Rusia. Setibanya di bandara, jenazah langsung dijemput oleh perwakilan Federasi Gimnastik Indonesia (FGI) untuk proses penghormatan terakhir. Momen ini menjadi penanda berakhirnya penantian keluarga dan federasi untuk memulangkan sang atlet ke pangkuan Ibu Pertiwi.

Setelah proses shalat jenazah di kargo human remains transit lounge, dilakukan serah terima resmi dari pemerintah kepada FGI, yang selanjutnya akan menyerahkan kepada keluarga almarhum. Rencananya, jenazah Naufal akan segera diterbangkan kembali ke Gresik, Jawa Timur, pada Jumat pagi untuk dimakamkan. Kepergian Naufal meninggalkan jejak duka dan kehilangan besar bagi kemajuan gimnastik Indonesia.

Proses Repatriasi dan Penghormatan Terakhir

Setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, jenazah Naufal Takdir Al Bari segera dibawa ke area kargo human remains transit lounge. Di sana, proses shalat jenazah dilakukan sebagai bentuk penghormatan terakhir sebelum diserahkan kepada pihak keluarga. Suasana haru menyelimuti momen tersebut, mencerminkan duka cita yang mendalam dari seluruh pihak yang hadir.

Ketua Umum FGI, Ita Yuliati, menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima jenazah Naufal dari pihak KBRI. "Kami hari ini telah menerima jenazah yang diserahkan oleh pihak KBRI. Naufal meninggal di Rusia pada tanggal 24 September 2025 setelah melalui perawatan," ucap Ita Yuliati di Tangerang, Kamis. Pernyataan ini menegaskan kronologi kepulangan jenazah setelah insiden fatal tersebut.

Sebagai bentuk perhatian dan apresiasi dari pemerintah, keluarga almarhum Naufal menerima santunan bantuan sebesar Rp200 juta lebih. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga yang ditinggalkan. Ita Yuliati juga bersaksi bahwa Naufal adalah sosok anak yang baik, patuh, dan hormat kepada orang tuanya, serta berharap almarhum meninggal dalam keadaan husnul khotimah.

Duka Mendalam dari Federasi dan KONI

Kepergian Naufal Takdir Al Bari tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga, tetapi juga bagi seluruh jajaran Federasi Gimnastik Indonesia. Ita Yuliati menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian atlet terbaik Indonesia yang telah berjuang untuk mewakili tanah air di kancah global. Naufal merupakan aset berharga yang memiliki potensi besar dalam mengharumkan nama bangsa.

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional (KONI) Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, turut menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya. Menurutnya, almarhum Naufal patut diberi apresiasi oleh negara karena telah rela berjuang mempertaruhkan jiwa dan raganya untuk tanah air. "Naufal adalah pahlawan kita, Naufal adalah kebanggaan kita. Oleh karena itu mari kita berikan doa agar almarhum diterima di sisi Allah," ujarnya.

Marciano Norman berharap sikap dan perjuangan Naufal ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh atlet Indonesia untuk terus berjuang dan memberikan prestasi terbaik bagi bangsa. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada FGI atas tekad luar biasa dalam mengirim atlet berjuang ke luar negeri. Pengorbanan Naufal ini dianggap sebagai bentuk dedikasi tinggi untuk Indonesia, meskipun harus berakhir dengan tragedi.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi