Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tragedi Lift Jatuh Tewaskan 5 Pekerja: Bos Resort di Bali Tak Ditahan karena Gangguan Mental? Ini Kata Polisi

Tragedi Lift Jatuh Tewaskan 5 Pekerja, Bos Ayuterra Resort Tak Ditahan karena Gangguan Mental?

Tragedi Lift Jatuh Tewaskan 5 Pekerja, Bos Ayuterra Resort Tak Ditahan karena Gangguan Mental?

Selain keterangan Kapolres Gianyar, keluarga juga mengklaim demikian.

Kepolisian Polres Gianyar, Bali, tidak melakukan penahanan terhadap owner atau bos Ayuterra Resort, Vincent Juwono (68). Penahanan tidak dilakukan karena yang bersangkutan mengalami gangguan mental atau jiwa.


Sebelumnya, pihak kepolisian telah menetapkan dua tersangka tragedi lift Ayuterra Resort, Desa Kedewatan, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, yang menewaskan lima orang pekerjanya. Yaitu tersangka Vincent Juwono owner Ayuterra Resort dan tersangka Mujiana sebagai kontraktor mekanik Ayuterra Resort yang kini telah ditahan dan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Gianyar, Bali.

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Jansen Aviatus mengatakan sementara untuk
tersangka Mujiana sebagai kontraktor mekanik Ayuterra Resort telah ditahan dan kasusnya telah dilimpahkan ke Kejari Gianyar.


"Kendalanya, masih menunggu hasil pemeriksaan terhadap tersangka (Vincent). Menurut informasi, mengalami gangguan mental dan ini masih dikonfirmasi kebenarannya dan menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut. Nanti, apakah benar bahwa tersangka mengaku memiliki gangguan mental, tapi untuk prosesnya pelimpahan ke kejaksaan untuk kasusnya," kata Kombes Jansen, di Mapolda Bali, Rabu (17/1).

Tragedi Lift Jatuh Tewaskan 5 Pekerja: Bos Resort di Bali Tak Ditahan karena Gangguan Mental? Ini Kata Polisi

Dari keterangan Kapolres Gianyar, selama ini yang bersangkutan memang tidak ditahan karena hasil pemeriksaan sementara ada gangguan kesehatan dan mental.

"Keterangan istri tersangka bahwa tersangka mengalami gangguan jiwa. Namun pihak Polres Gianyar masih menunggu keterangan dari pihak rumah sakit dalam hal ini hasil konfirmasi dari Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Bangli," imbuhnya.


Namun dari RSJ Bangli merekomendasikan tersangka Vincent agar melalukan pemeriksaan kejiwaan di rumah sakit di daerah Kota Denpasar, dan pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan kejiwaan tersebut.

"Jadi, masih menunggu apakah benar gangguan jiwa apa tidak. Karena yang boleh menerangkan itu dari pihak terkait dalam hal ini pihak rumah sakit dalam dugaan gangguan jiwanya apa tidak," ujarnya.


Sementara, tersangka Vincent baru diketahui mengalami gangguan mental saat akan dilakukan penahanan dan akan dilimpahkan ke Kejari Gianyar. Selama ini tersangka Vincent tidak ditahan di Polres Gianyar karena alasan kesehatan akibat faktor usia.

"Baru diketahui penyidik (alami gangguan jiwa) saat akan ditahan sekarang. Karena, selama ini tidak ditahan karena gangguan kesehatan karena faktor usia sudah 68 tahun," ungkapnya.


Polisi menjelaskan, untuk penahanan tersangka Vincent tergantung dari hasil pemeriksaan pihak rumah sakit apa benar mengalami gangguan mental. Bila nantinya memang benar tersangka Vincent mengalami ganggu kesehatan mental, artinya tidak bisa lagi diminta keterangan atau pertanggungjawaban terkait kasus tersebut.

Tragedi Lift Jatuh Tewaskan 5 Pekerja: Bos Resort di Bali Tak Ditahan karena Gangguan Mental? Ini Kata Polisi

"Sejauh ini awal tidak ditahan ini karena gangguan kesehatan, keterangan dari Kapolres Gianyar, belakangan pihak keluarga mengatakan tersangka mengalami gangguan mental. Tetapi polisi menunggu keterangan pihak rumah sakit."

Sebelumnya, Polres Gianyar, Bali, menetapkan dua tersangka dalam insiden jatuhnya lift di Ayu Terra Resort, Ubud, Bali, yang menewaskan lima orang pekerja.

Dua tersangka ialah Mujiono sebagai kontraktor dan Vincent Juwono selaku pemilik/owner sekaligus Manajer Ayu Terra Resort. Keduanya terancam lima tahun penjara.


"Sudah terdapat lebih dua alat bukti untuk menentukan tersangka dalam jatuhnya lift inclinator di Ayu Terra Resort pada Jumat, 1 September 2023," kata Kapolres Gianyar AKBP I Ketut Widiada saat konferensi pers di Mapolres Gianyar, Selasa (26/9).

Turis Asing Masuk Bali Bakal Dipungut Rp150.000 Mulai 14 Februari, Ternyata Dananya untuk Ini

Turis Asing Masuk Bali Bakal Dipungut Rp150.000 Mulai 14 Februari, Ternyata Dananya untuk Ini

Pungutan sebesar Rp150.000 bagi wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bali akan digunakan utamanya untuk menangani permasalahan sampah.

Baca Selengkapnya
Momen Pegawai Hotel di Bali Gagal Pertahankan Tulisan dari Bunga di Kolam Renang saat Hujan Ini Viral, Bikin Nyesek

Momen Pegawai Hotel di Bali Gagal Pertahankan Tulisan dari Bunga di Kolam Renang saat Hujan Ini Viral, Bikin Nyesek

Berusaha melindungi hasil karyanya, mereka menutup kolam dengan terpal. Sayang, hal ini tak berhasil dan tetap hancur.

Baca Selengkapnya
Viral Turis Jalan Kaki ke Bandara Bali Akibat Macet Parah, Ini Penjelasan Petugas

Viral Turis Jalan Kaki ke Bandara Bali Akibat Macet Parah, Ini Penjelasan Petugas

Petugas menyebutkan, terkait adanya kemacetan di jalur menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai terus memonitor kecepatan in-out kendaraan.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Tragis 2 Siamang Kurus Kering Akibat Dipelihara Warga, BKSDA Sumsel Turun Tangan Evakuasi

Tragis 2 Siamang Kurus Kering Akibat Dipelihara Warga, BKSDA Sumsel Turun Tangan Evakuasi

Dua akor siamang dievakuasi dari rumah pemeliharanya dengan kondisi memprihatinkan

Baca Selengkapnya
Anak Trauma sampai Histeris, Warga Kota Wisata Minta TNI Ganti Rugi dan Tanggung Jawab

Anak Trauma sampai Histeris, Warga Kota Wisata Minta TNI Ganti Rugi dan Tanggung Jawab

komplek Visalia merupakan salah satu perumahan warga yang terdampak akibat ledakan gudang amunisi TNI

Baca Selengkapnya
Nyoblos di Kampung Halaman, Koster Optimis Ganjar-Mahfud Kantongi 80 Persen Suara di Bali

Nyoblos di Kampung Halaman, Koster Optimis Ganjar-Mahfud Kantongi 80 Persen Suara di Bali

Setelah mencoblos di desa kelahirannya, Koster akan menuju Kantor DPD PDIP Bali di Kota Denpasar untuk memantau hitung cepat.

Baca Selengkapnya
Parah! Sopir Taksi di Bali Terekam Peras 2 Bule USD50, Tak Diberi Ancam Pakai Pisau

Parah! Sopir Taksi di Bali Terekam Peras 2 Bule USD50, Tak Diberi Ancam Pakai Pisau

Dua turis itu berulang kali meminta untuk turun, tetapi mobilnya terus melaju sambil memalak dua bule.

Baca Selengkapnya
Sangar saat Palak Wisatawan di Jembatan Ampera, Preman Ini Ciut Begitu Ditangkap Polisi

Sangar saat Palak Wisatawan di Jembatan Ampera, Preman Ini Ciut Begitu Ditangkap Polisi

Berbekal video yang ada, polisi melakukan penyelidikan dan akhirnya meringkus pelaku.

Baca Selengkapnya
Terduga Pemerkosa Gadis Keterbelakangan Mental hingga Hamil di Banyuasin Bertambah Jadi 10 Orang

Terduga Pemerkosa Gadis Keterbelakangan Mental hingga Hamil di Banyuasin Bertambah Jadi 10 Orang

Terduga pemerkosa gadis keterbelakangan mental hingga hamil enam bulan asal Banyuasin, Sumatera Selatan, IN (23), bertambah menjadi 10 orang.

Baca Selengkapnya