TPA Sarimukti Terganggu Gara-Gara BBM, Sampah Sempat Menumpuk di Bandung Raya
Merdeka.com - Pengelolaan sampah di wilayah Bandung Raya ke tempat pembuangan akhir (TPA) Sarimukti sempat terkendala beberapa hari pada pertengahan pekan lalu. Hal ini sempat membuat tumpukan sampah terjadi di beberapa kota kabupaten.
Diketahui, TPA Sarimukti yang berlokasi di Kabupaten Bandung Barat (KBB) menampung sampah dari empat daerah. Yakni, KBB, Kota Bandung, Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung. Area seluas 20 hektare ini setiap harinya menerima kurang lebih 2.000 ton sampah.
Sejak pertengahan pekan lalu, kendaraan dan alat berat pengangkut sampah di TPA tidak beroperasi diduga ada keterlambatan pengiriman bahan bakar minyak (BBM). Akibatnya, sampah di tempat pembuangan sementara (TPS) di wilayah Bandung Raya menumpuk tak karuan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung Dudy Prayudi. "Ssaat ini sampah yang ada di TPS belum bisa terangkut ke TPA," ujar dia, Sabtu (6/11) lalu.
Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Bandung. Wilayah tersebut rata-rata menyumbangkan 300 ton per hari untuk 'disetorkan' ke TPA. Akibat kendala yang terjadi, aktivitas pengangkutan sampah tertunda.
"Ketika TPA regional itu tidak beroperasional artinya Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat dan Cimahi tidak bisa membuang sampah," ucap Kabid Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung, Yula Zulkarnain.
Kendala BBM pun diakui oleh pihak Kemitraan TPA Sarimukti Heri S Wangsa Prawira. Ia menambahkan, masalah lain adalah beberapa ruas jalan menuju TPA rusak, menambah masalah dalam distribusi BBM.
"Kalau operasional tanpa alat berat kan jadinya tidak karuan," ucap dia.
Masalah di TPA Sarimukti saat ini sudah selesai. Alat berat, sudah bisa kembali beroperasi setelah pasokan bahan bakar minyak (BBM) terpenuhi. Sampah yang sempat menumpuk di TPS sudah diangkut.
"Sudah beroperasi lagi normal sejak kemarin (Minggu, 7/11)," ucap Kepala DLH Jabar Prima Mayaningtyas.
Namun, hal ini menjadi catatan tersendiri bagi anggota DPRD. Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat Daddy Rohanady menyatakan DLH Jabar seharusnya bisa mengantisipasi kendala tersebut.
Menurut dia, persoalan sampah adalah salah satu hal yang jangan sampai terabaikan. Pengalihan anggaran akibat Covid-19 dilakukan di semua dinas. DLH harus bisa memperhitungkan semuanya secara matang dan proporsional.
"Hal seperti ini harusnya tidak terjadi," ucap dia, Senin (8/11). (mdk/bal)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya