Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tonton pagelaran wayang HUT ke-45 PDIP, Megawati kenang masa kecil di Istana

Tonton pagelaran wayang HUT ke-45 PDIP, Megawati kenang masa kecil di Istana Megawati menonton pagelaran wayang. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menghadiri pagelaran wayang dengan lakon 'Bima Jumeneng Guru Bangsa'. Pagelaran ini dilaksanakan di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat dalam rangka HUT ke-45 PDIP, Sabtu (27/1) malam.

Pantauan merdeka.com, dengan setelan batik corak putih coklat hitam, Presiden ke-5 RI itu tiba di lokasi pukul 20.00 WIB. Kedatangan Megawati disambut Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dan langsung membuka acara dengan pidatonya.

"Salam sejahtera buat kita semua, di tugu proklamasi ini akan di adakan pewayangan. Selamatan hari jadi partai kami PDIP, dan bulan ini saya tambah umur, tidak perlu saya sebutkan umur saya, karena ini segera ingin menonton, karena orang jawa ini terutama kebetulan ayah saya bung Karno suka wayang dari kecil sampai jadi presiden," kata Megawati dalam sambutannya.

Megawati bercerita, sejak kecil ayahnya, Soekarno sering mengadakan pagelaran wayang di Istana Presiden. Tiap dua bulan sekali, kata dia, masyarakat antusias menghadiri budaya Indonesia yang ciamik ini.

"Bisa dikatakan dua bulan sekali di istana dilaksanakan wayang yang dihadiri masyarakat, waktu kecil sampai mengingat sampai luber acara itu dulu di lantai maupun di belakang layar," ucap Mega.

Putri kedua Bung Karno ini menambahkan, bahwa budaya wayang juga berpengaruh dalam masuknya Islam Indonesia. Dia mengingat ke masa lalu yang mana lakon wayang sering dilaksanan di kerajaan Indonesia.

"Sejarah wayang memang sudah ada dari zaman kerajaan di pulau pulau Jawa ini. Di kerajaan Sriwijaya juga ada wayang ini, kalau kita dengar wali songo, menurut saya seniman besar yaitu sunan kalijaga, pertunjukan wayang antara lain untuk memasukkan agama Islam, kita bisa lihat buktinya bukti sejarahnya, kita lihat di kalangan atau kabupaten Demak, sampai beliau dimakamkan di desa provinsi Jawa Tengah," urainya.

Dalam lakon wayang ini juga dihadiri para turis asal Perancis yang kagum atas budaya wayang di Indonesia. Oleh karenanya, Megawati merasa budaya di Indonesia masih terjaga dengan baik. Akhirnya turis asing penasaran dan tertarik.

"Sekarang ada tamu kita orang asing. Karena mereka tidak punya acara budaya kita seperti ini, yang sangat Kekeluargaan. Mereka sebenarnya mulai mencari, pencarian mereka ini sebenarnya melihat ke daerah timur asia, mengapa sampai sekarang (budaya kita) ini masih terlihat dan terpelihara dengan baik," katanya.

"Kalau kita pergi ke Eropa, saya punya cucu beberapa orang, mereka sangat ingin pergi ke sana saya persilakan pergi ke sana, tapi kamu jangan lupa betapa indahnya Indonesia ini, saya selalu mengajak mereka keliling Indonesia. Kalau pak Jokowi bilang dari sabang merauke, dari rote sampai nias, itu adalah wilayah keseluruhan Indonesia," tambahnya.

Acara ini juga menyediakan doorprize berupa 45 sepeda gunung yang kuponnya ditempel sesuai nomor urut kursi. Acara pun tengah berjalan, dengan logat medok yang lantang, para dalang memainkan kelir dan wayang tersebut. Paduan musik gamelan yang diikuti suara para sinden pun menghipnotis seluruh penonton.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP