TNI Prihatin Atas Insiden Kebakaran Gedung Grahadi Surabaya: Bangunan Bersejarah Sejak 1700-an Kena Molotov

Pangdam V/Brawijaya Mayjen Rudy Saladin menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden kebakaran Gedung Grahadi Surabaya yang bersejarah. Apa penyebabnya dan bagaimana respons TNI?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
TNI Prihatin Atas Insiden Kebakaran Gedung Grahadi Surabaya: Bangunan Bersejarah Sejak 1700-an Kena Molotov
Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden Gedung Grahadi terbakar akibat aksi anarkis. Bagaimana nasib cagar budaya bersejarah ini? (Merdeka.com)

Panglima Komando Daerah Militer V/Brawijaya, Mayor Jenderal Rudy Saladin, menyampaikan keprihatinan mendalam. Ia menyoroti insiden kebakaran yang menimpa Gedung Negara Grahadi di Surabaya.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu malam, 31 Agustus, saat berlangsungnya demonstrasi. Gedung bersejarah ini merupakan salah satu cagar budaya kebanggaan masyarakat Surabaya dan Jawa Timur.

Mayor Jenderal Rudy Saladin segera meninjau lokasi kejadian pada hari Minggu setelah insiden. Ia berdiskusi dengan rekan-rekan dari Kantor Cagar Budaya Surabaya yang bertanggung jawab mengelola situs-situs bersejarah di kota tersebut.

Sejarah dan Kerusakan Bangunan Bersejarah

Mayor Jenderal Rudy Saladin menjelaskan bahwa Gedung Negara Grahadi telah digunakan secara aktif sejak tahun 1930-an. Namun, struktur utama bangunan itu sendiri telah berdiri kokoh sejak abad ke-18 atau sekitar tahun 1700-an.

Bangunan ini tidak hanya menjadi simbol sejarah, tetapi juga merupakan aset budaya yang sangat berharga bagi kota Surabaya. Keberadaannya menjadi saksi bisu berbagai peristiwa penting yang membentuk perjalanan sejarah Jawa Timur.

Meski demikian, ia mencatat bahwa sekelompok kecil individu melempar bom molotov ke sisi barat gedung. Akibatnya, api sempat menyebar di area tersebut.

Beruntungnya, struktur utama bangunan Gedung Grahadi yang berusia ratusan tahun itu tidak mengalami kerusakan serius. Upaya pemadaman dan penanganan cepat berhasil mencegah dampak yang lebih parah pada bagian inti gedung.

Seruan Jaga Ketertiban dan Partisipasi Masyarakat

Mayor Jenderal Rudy Saladin menekankan pentingnya menjaga ketertiban umum di tengah masyarakat. Ia mengimbau agar warga tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin menciptakan kekacauan.

Dengan kerendahan hati, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap tenang dan menghindari tindakan anarkis. Konsekuensi dari tindakan tersebut dapat sangat merugikan dan berdampak luas bagi banyak pihak.

Ia juga mendorong masyarakat Surabaya dan Jawa Timur untuk menyalurkan aspirasi mereka kepada pemerintah pusat secara tertib dan sesuai prosedur. Proses penyampaian pendapat harus dilakukan tanpa menimbulkan kerusuhan atau kerusakan.

Mengikuti arahan Presiden, TNI dan Polri akan terus bersinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di setiap wilayah. Peran aktif masyarakat dalam upaya ini sangat krusial untuk menciptakan lingkungan yang kondusif.

Insiden kebakaran di sisi barat Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, terjadi sekitar pukul 21.38 WIB pada Sabtu malam. Api mulai berkobar sekitar satu setengah jam setelah Gubernur Jawa Timur, Khofifah, bertemu dengan para demonstran.

Para pengamat melaporkan bahwa ratusan pengunjuk rasa masih berada di depan Grahadi tanpa intervensi dari aparat keamanan. Suara petasan terus terdengar sesekali hingga pukul 22.30 WIB, sementara kerumunan masih memenuhi Jalan Gubernur Suryo di Surabaya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi