TNI Masih Jadi Rebutan Produsen Alutsista Kelas Dunia

Kamis, 2 Mei 2019 05:30 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
TNI Masih Jadi Rebutan Produsen Alutsista Kelas Dunia F-16 TNI AU. ©Pentak Halim P

Merdeka.com - Pemerintah Indonesia tengah mendapatkan banyak tawaran untuk alat utama persenjataan atau alutsista TNI. Banyak negara-negara yang memproduksi alutsista menawarkan alutsista keluaran terbaru dan canggih.

Bagaimana reaksi pemerintah? Dalam beberapa bulan ini beberapa alutsista terbaru TNI sudah tiba di Tanah Air. Lalu negara mana saja yang masih menawarkan alutsista baru untuk TNI? Berikut ulasannya:

1 dari 3 halaman

F-16 Keluaran Terbaru dari AS

Pesawat tempur F-16 terbaru buatan Lockheed Martin Amerika Serikat tiba-tiba memamerkan logo dan cat TNI AU. F-16 Viper Blok 70/72 itu diwarnai loreng biru dan abu-abu muda khas pesawat tempur TNI AU.

Dalam website Lockheed Martin disebutkan pesawat itu merupakan generasi paling baru dan paling mutakhir untuk TNI AU. Mereka juga menyebut seri F-16V Blok 72 itu adalah yang paling canggih di dunia saat ini.

Beberapa kelebihan yang dimiliki seri ini adalah radar Active Electronically Scanned Array (AESA). Software yang digunakan hampir sama dengan F-22 dan F-35. Radar ini memungkinkan pilot mendeteksi secara detil posisi lawannya dalam segala kondisi. F-16 Viper juga memiliki kemampuan manuver yang lebih baik serta sistem persenjataan yang lebih canggih dari seri-seri sebelumnya.

Apakah TNI AU tertarik untuk membeli?

2 dari 3 halaman

Gripen Buatan Swedia

Swedia juga menawarkan pesawat tempur buatan pabrikan SAAB dengan memposting jet tempur Gripen dengan logo TNI AU. Gripen memang sedang gencar-gencarnya melobi Indonesia untuk membeli jet tempur multiperan itu.

Sebenarnya Gripen sudah menawarkan jet tempur buatan mereka pada TNI AU. Namun penawaran itu belum bisa diterima Indonesia.

Menurut SAAB, banyak keuntungan bagi Indonesia jika membeli jet tempur ini. Keuntungan itu adalah Gripen bisa mendeteksi target sekecil apapun, termasuk menghadapi illegal fishing, antipenyelundupan orang, antipembajakan, penyelamatan, bahkan konflik di Laut China Selatan.

Selain itu, Gripen dirancang sebagai senjata bertahan untuk melindungi dari serangan potensial. Gripen dirancang untuk digunakan pada landasan pacu pendek bahkan hanya 800 meter. Harga pesawat ini ditaksir mencapai USD 69 juta atau setara dengan Rp 893 miliar.

3 dari 3 halaman

Rusia Tawarkan Pesawat Be-200

Tak hanya Swedia, Rusia juga tengah menawarkan pesawat baru untuk Indonesia. Menurut Direktur Kerja Sama Internasional dan Kebijakan Regional Rostec Viktor Kladov, Indonesia tertarik untuk membeli pesawat amfibi multiguna Rusia, Be-200 untuk mengatasi kebakaran. Menurutnya, Indonesia akan membeli dua atau tiga pesawat tersebut.

“Indonesia tertarik membeli dua atau tiga pesawat ini,” jelasnya.

Namun, untuk kelanjutan pesawat Be-200 ini belum jelas kapan pembelian akan dilakukan. Sebelumnya, Indonesia beberapa kali sudah membeli alutsista dari Rusia. Terbaru adalah pembelian Sukhoi Su-35. [has]

Baca juga:
Lockheed Martin Juga Pamerkan Jet Tempur F-16 Viper dengan Logo TNI AU
SAAB Buat Desain Jet Tempur Gripen Dengan Logo TNI AU
Deretan Alutsista Baru di 2019, Bikin TNI Makin Kuat
Fakta-fakta Tank Canggih dari Rusia Diborong Indonesia untuk TNI
Ryamizard Tegaskan Anggaran Pertahanan Cukup, Kesejahteraan Rakyat Lebih Utama
Kemhan & Rusia Teken Kontrak Pembelian Puluhan Tank & Kendaraan Tempur Untuk TNI

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini