TNI dan KPK paling tinggi dipercaya publik, partai politik paling buncit

Selasa, 28 Agustus 2018 17:21 Reporter : Nur Habibie
TNI dan KPK paling tinggi dipercaya publik, partai politik paling buncit Kostrad. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Lembaga Survei Charta Politika melakukan survei terkait tingkat kepercayaan masyarakat terhadap sejumlah Institusi di Indonesia. Beberapa institusi itu seperti Presiden, KPK, DPR, DPD, Polri, Mahkamah Agung, Partai Politik dan TNI.

"TNI paling tinggi mendapat kepercayaan dari masyarakat sebesar 73,5 persen yang diikuti oleh KPK sebesar 73,4 persen," kata Direktur Riset Charta Politika Muslimin Tanja di Penang Bistro, Jakarta Selatan, Selasa (28/8).

Selain itu, Muslimin pun memaparkan untuk institusi negara yang mendapatkan tingkat kepercayaan lebih rendah yakni Partai Politik. "Partai politik hanya mendapat kepercayaan sebesar 32,5 persen dari masyarakat. Paling rendah di antaranya," ujarnya.

Lalu, yang menempati peringkat ketiga dalam mendapatkan kepercayaan dari masyarakat yakni Presiden sebesar 68,5 persen. "Untuk peringkat keempat yakni Polri sebesar 50,4 persen, peringkat kelima DPR sebesar 49,3 persen lalu disusul oleh Mahmakah Agung sebesar 46,5 persen," ucapnya.

Sedangkan DPD menempati posisi nomor dua dari bawah mendapatkan tingkat kepercayaan masyarakat sebesar 37,5 persen.

Ia pun mengungkapkan, penilaian yang dilakukan oleh pihaknya ini dilakukan hanya di delapan kota besar di Indonesia saja dengan jumlah responden sebanyak 800 orang seperti di DKI Jakarta, Palembang, Medan, Semarang, Bandung, Surabaya, Yogyakarta dan Makassar.

"Pemilihan responden dilakukan secara acak sistematis. Toleransi kesalahan phone survei (margin of eror) kurang lebih 3,46 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen," ungkapnya.

"Kenapa di delapan kota besar saja karena juga terkait waktu," sambungnya.

Survei Charta Politika mendapuk institusi TNI sebagai lembaga negara lebih dipercaya publik, ketimbang Polri. Alasannya, masyarakat menilai TNI lebih independen terhadap tekanan apapun termasuk politik.

"Ini dikarenakan TNI dinilai lembaga yang masih cukup independen dinilai publik, tidak terlalu banyak intervensi utamanya terkait politik. Peran TNI juga lebih dirasakan langsung ketimbang polisi," kata Muslim Tanja.

Muslim melanjutkan, TNI dewasa ini relatif tidak pernah melakukan rekam jejak buruk. Terlebih, aksi sosial atau tanggap bencana, TNI lebih cepat bergerak ketimbang Polri.

"TNI hari ini dinilai lebih dekat dengan rakyat, citranya baik," jelas Muslimin.

Sebagai informasi, Metodologi survey digunakan adalah phone survey, dilaksanakan dari tanggal 23-26 Agustus 2018.Tersebar di 8 kota besar (Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar).

Jumlah responden sebanyak 800 orang yang tersebar secara proporsional berdasarkan populasi pengguna telepon di 8 kota besar tersebut.

Pemilihan responden dilakukan dengan melakukan pengacakan sistematis. Toleransi kesalahan phone survei (margin of error) 3.46% pada tingkat kepercayaan 95%.

Reporter: Muhammad Radityo Priyasmoro

Sumber: Liputan6.com [gil]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini