TNI bentuk tim khusus untuk monitor berita hoax di media sosial
Merdeka.com - Kodam IV Diponegoro Jawa Tengah akan menindak tegas anggotanya yang kedapatan menyebarkan berita-berita hoax kepada masyarakat, terutama di media sosial. Langkah ini dilakukan untuk menyikapi upaya memerangi penyebaran berita hoax yang ada saat ini.
"Kalau ada anggota yang jadi penyebar kita juga akan tindak tegas," tegas Kapendam IV Diponegoro, Kolonel Inf Dwi Endro Sasongko usai Perayaan HUT ke-66 Penerangan TNI AD di Makodam IV Diponegoro Jawa Tengah Jalan Perintis Kemerdekaan, Kawasan Watugong, Pudakpayung, Kota Semarang, Jawa Tengah Sabtu(14/1).
Dwi Endro Sasongko menjelaskan tim ini bertugas memonitor berita-berita hoax itu terutama yang tersebar di jejaring media sosial.
"Saat ini kami juga telah membentuk regu khusus untuk memonitor penyebaran berita hoax di wilayah kami. Regu khusus yang dimaksud juga ditugasi memantau isu-isu yang tidak benar, terutama berkaitan dengan anggota TNI AD Kodam IV Diponegoro," tandasnya.
Dwi Endro Sasongko menganggap penyebaran berita hoax selalu berpotensi mengadu domba TNI dengan aparat lainnya baik dari unsur Polri maupun BNN.
"Ada berita di medsos yang mengatakan kalau TNI akan tembak langsung jika ada anggota Polri atau BNN yang melakukan tes kepada anggotanya. Terus ada juga yang menulis pernyataan Panglima yang menyudutkan Kapolri. Berita-berita seperti itu kan tidak benar," ungkapnya.
Asisten Intel Kasdam IV Diponegoro, Kolonel Inf. Jimmy Ramos Manalu melalui Pabandya Gal, Mayor Inf Arif Budiono meminta kepada warga Jateng agar lebih cerdas dalam menyaring berita-berita yang diunggah medsos.
"Masyarakat juga jangan mudah percaya, apalagi kalau beritanya diunggah akun yang tak dikenal. Kami berharap media massa tak sekedar memberikan informasi namun ikut mendorong wawasan kebangsaan yang bisa menambah persatuan dan kesatuan," pungkasnya.
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya