Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tim DVI harap bisa rampungkan identifikasi 24 korban Lion Air Sabtu pekan ini

Tim DVI harap bisa rampungkan identifikasi 24 korban Lion Air Sabtu pekan ini 14 Jenazah korban Lion Air kembali tiba di RS Polri. ©2018 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Tim DVI Polri menyampaikan hasil sidang rekonsiliasi data korban pesawat Lion Air PK-LQP sore ini. Sampai Kamis (1/11) sore, tim belum berhasil mengindentifikasi satu korban usai Jannatun Cintya Dewi.

Saat ini, RS Polri menerima 56 kantong jenazah pada Rabu (1/11) malam. Sementara pada pencarian hari, tim SAR berhasil menemukan 9 jenazah lagi.

Wakarumkit Kombes Haryanto mengatakan, pihaknya berupaya merampungkan identifikasi 24 korban pesawat nahas itu pada Sabtu (3/11) lusa. Hal ini karena pengiriman bagian tubuh korban yang akan diidentifikasi dilakukan secara bertahap.

"Jadi ketika kantong jenazah itu dikirim jadi 3 gelombang, 24, 24, kemudian 8. Bertahap ini. 24 pertama insyaAllah mungkin hari Minggu, Sabtu," tutur Haryanto di RS Bhayangkara Polri, Jakarta Timur, Kamis (1/11/2018).

Kepala Bidang DVI Mabes Polri Kombes, Lisda Cancer mengatakan, tidak adanya data primer berupa gigi dan sidik jari dari korban memperpanjang proses identifikasi. Tim DVI pun mengharapkan hasil DNA sebagai solusi terakhir.

"Sebetulnya tidak ada kesulitan, cuma metode yang dipakai. Kalaupun enggak ada sidik jari masih ada beberapa metode lain untuk identifikasi. Tapi karena enggak ada sidik jari, data gigi dan medis, kami mengharapkan hasil DNA, butuh waktu," Lisda menjelaskan.

"Body parts dimana tidak ada data yang mendukung, tidak ada yang diperlukan untuk melakukan proses identifikasi. Bukan tidak match, tapi memang tidak ada," sambungnya.

Sebelumnya, proses tes DVI sendiri terdiri atas dua metode. Yaitu metode primer yang menggunakan sidik jari, data gigi, dan DNA, dan metode sekunder yang menggunakan data medis dan properti.

Hasil tes DNA sendiri membutuhkan waktu sekitar 4 sampai 8 hari dari saat diterimanya sampel di laboratorium.

"Kalau sampel fresh mungkin bisa lebih cepat, kalau sudah busuk mungkin lebih lambat," ungkap Lisda.

Reporter:Ratu Annisaa Suryasumirat

Sumber : Liputan6.com

(mdk/ray)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP