Tim dokter teliti sampel cairan dari jasad pasutri asal Jepang
Merdeka.com - Lebih dari tiga jam tim forensik RSUP Sanglah mengautopsi jasad pasutri asal Jepang yang tewas dibunuh dan dibakar di Jimbaran, Kuta Selatan. Kepala Bagian Forensik RSUP Sanglah Dokter Dudut Rustiadi menuturkan, autopsi dimulai sekitar pukul 09.00 WITA dan baru selesai sekitar pukul 12.15 WITA, Jumat (8/9).
"Tadi sudah diautopsi. Tapi untuk hasilnya kami belum bisa menyampaikan," kata Dudut Rustiadi.
Dia menjelaskan, dalam autopsi tersebut tim dokter mengambil sampel cairan untuk diteliti di laboratorium toksikologi, tujuannya mencari kemungkinan adanya racun dalam tubuh korban.
Selain itu juga patologi anatomi, untuk mencari tahu apakah ada penyakit atau tidak dalam tubuh korban.
Soal kapan waktu korban meninggal, Dudut Rustiadi juga enggan menjawab. "Kami sudah tahu meninggalnya kapan, tapi itu ranahnya pihak Kepolisian," terangnya.
Dia menjelaskan, hasil secara keseluruhan baru akan diketahui dua Minggu ke depan. Kedua jenazah belum diketahui apakah akan dikremasi di Bali atau akan diterbangkan ke Jepang.
"Dari pihak keluarga maupun dari Kepolisian belum ada yang menyatakan apakah jenazah akan dibawa pulang atau dilakukan prosesnya di Bali," paparnya.
Diberitakan sebelumnya, pasangan suami istri Matsuba Nurio dan Matsuba Hiroko terbakar di rumahnya, kompleks Perumahan Puri Gading, Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Senin (4/9). (mdk/cob)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya