Tiga orang ini yang puasanya ditolak Allah SWT

Sabtu, 24 Juni 2017 13:00 Reporter : Dedi Rahmadi
Tiga orang ini yang puasanya ditolak Allah SWT Allah SWT. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Suatu waktu sahabat melihat Rasulullah mengucapkan amin hingga tiga kali usai salat Idul Fitri. "Amin.. Amin.. Amin." Tentu saja hal itu membuat heran sahabat. Sebab sebelum Nabi Muhammad SAW tak sedang berdoa. Akhirnya sahabat bertanya.

"Ada apa ya Rasul, kenapa engkau mengucapkan amin hingga tiga kali?"

"Tadi sehabis salat, datang malaikat Jibril kepadaku. Beliau berkata, 'Ya Muhammad, saya mau berdoa kepada Allah SWT, maukah engkau mengamini?' Aku jawab 'Tentu ya Jibril'," jawab Rasul dikutip dalam ceramah KH Zainuddin MZ beberapa tahun lalu.

Kalau sudah Jibril yang berdoa dan Rasulullah yang mengamini, pasti langsung didengar oleh Allah SWT. Doa tersebut berisi tentang tak diterimanya puasa umat muslim yang berikut:

1. Anak yang durhaka kepada orangtua.

"Ya Allah SWT saya memohon kepada kepadaMu, jangan Engkau terima puasanya anak yang durhaka kepada ibu dan bapaknya," doa Jibril. Doa itu langsung diamini oleh Rasulullah.

Tidak semua orang itu orangtua, tapi sudah pasti seorang anak. Setinggi apapun pangkat atau kedudukan anak, bahkan memiliki banyak harta namun kalau sudah menyakiti orangtua, Jibril mendoakan dan diamini oleh Rasul agar puasanya tidak diterima Allah SWT.

2. Istri yang durhaka kepada suami.

"Ya Allah SWT saya memohon kepada kepadaMu, jangan Engkau terima puasanya istri yang durhaka kepada suami," doa Jibril. Doa itu langsung diamini oleh Rasulullah.

Mungkin wanita ada yang bertanya, bagaimana jika suami yang durhaka kepada istri. Poinnya, suami ini pemimpin rumah tangga, dan bakal diminta pertanggungjawaban atas istrinya.

Surah Al-Baqaroh ayat 187 berbunyi, "Suami istri bagaikan pakaian."

Kalau suami istri bagaikan pakaian, sudah pasti untuk menutupi. Suami dan istri harus saling menutupi kekurangan masing-masing.

3. Muslim yang tak mau memaafkan saudaranya sesama muslim.

"Ya Allah SWT saya memohon kepada kepadaMu, jangan Engkau terima puasanya muslim yang tak mau memaafkan saudaranya sesama muslim," doa Jibril. Doa itu kembali diamini oleh Rasulullah.

Memaafkan lebih berat dari minta maaf, tapi memberi maaf lebih mulia daripada meminta maaf. Biasanya saat Idul Fitri halal bi halal, saling maaf memaafkan. Halal bi halal itu bahasa Arab yang di Arab sendiri tak ada tradisi itu. Asal kata dari Halalun bi halalin, artinya halal dengan halal. Maksudnya, kemarin si A menyakiti B dan itu haram, maka sekarang saat halal bi halal, tolong dihalalkan, tolong dimaafkan. Ini untuk memperbaiki hubungan dengan sesama manusia.

Orang sufi mengajarkan, tak ada dosa kecil kalau ditumpuk terus menerus, tak ada dosa besar jika setiap hari digempur Istigfar.

Rasulullah bersabda, "Silaturahmilah kau kepada orang yang marah denganmu, bahkan dengan orang yang pelit sekalipun." [ded]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini