Tiga Keputusan Penting! Kongres Majelis Kaum Betawi di TMII Perkuat Peran Masyarakat Jakarta Global
Majelis Kaum Betawi sukses menggelar kongres istimewa di TMII, menghasilkan tiga keputusan krusial untuk memperkuat peran masyarakat Betawi di Jakarta global. Apa saja hasil pentingnya?
Majelis Kaum Betawi (MKB) baru-baru ini sukses menyelenggarakan kongres istimewa di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Acara penting ini berlangsung pada hari Sabtu, 18 Oktober, di Jakarta Timur. Kongres ini bertujuan memperkuat peran serta kekompakan masyarakat Betawi.
Penyelenggaraan kongres tersebut merupakan respons langsung terhadap arahan dari Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Mereka meminta agar masyarakat Betawi aktif dalam menghadapi perubahan Jakarta sebagai kota global. Inisiatif ini diharapkan dapat menjaga identitas budaya Betawi.
Ketua Wali Amanah MKB, Marullah Matali, menegaskan bahwa kongres ini adalah pelaksanaan amanah tersebut. Pertemuan ini menghasilkan tiga keputusan strategis. Keputusan ini akan memengaruhi masa depan organisasi serta kontribusi Betawi di ibu kota.
Amanah Penguatan Peran Betawi di Jakarta Global
Ketua Wali Amanah Majelis Kaum Betawi (MKB), Marullah Matali, menjelaskan bahwa kongres istimewa ini berawal dari arahan pimpinan DKI Jakarta. Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta meminta agar masyarakat Betawi memperkuat peran dan kekompakan. Hal ini penting dalam menyikapi perkembangan Jakarta sebagai kota global.
Marullah Matali menekankan pentingnya menciptakan suasana Betawi yang semakin kuat. Kongres menjadi wadah untuk menyikapi tantangan dan peluang di era globalisasi. "Kami diminta menciptakan suasana Betawi yang semakin kuat, dan syaratnya lakukan kongres untuk menyikapi perkembangan Jakarta global. Hari ini, kami laksanakan amanah itu,” ujar Marullah di TMII.
Melalui Kongres Majelis Kaum Betawi ini, diharapkan masyarakat Betawi dapat lebih solid. Solidaritas ini krusial untuk menjaga nilai-nilai luhur budaya. Pada saat yang sama, masyarakat Betawi juga dapat berkontribusi secara signifikan terhadap pembangunan kota Jakarta.
Tiga Pilar Keputusan Penting Kongres Majelis Kaum Betawi
Kongres istimewa Majelis Kaum Betawi menghasilkan tiga keputusan penting yang strategis. Keputusan pertama adalah menetapkan kembali Fauzi Bowo sebagai Ketua Dewan Adat MKB. Selain itu, Marullah Matali dikukuhkan sebagai Ketua Wali Amanah MKB.
Keputusan kedua mengokohkan status dan kedudukan MKB sebagai pilar utama. MKB menjadi satu-satunya wadah berhimpun masyarakat Betawi dan warga Jakarta secara umum. Pengokohan ini dilakukan dengan menjunjung tinggi nilai luhur budaya Betawi.
"Kedua, mengokohkan status dan kedudukan MKB sebagai satu-satunya pilar utama serta wadah berhimpun masyarakat Betawi dan warga Jakarta secara umum, dengan menjunjung nilai luhur budaya Betawi," jelas Marullah. Keputusan ketiga adalah mendorong revisi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2015. Perda ini berkaitan dengan Pelestarian Kebudayaan Betawi.
Revisi Perda tersebut bertujuan agar selaras dengan Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan Tahun 2017. Selain itu, Perda juga harus menyesuaikan dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta. Langkah ini memastikan landasan hukum yang kuat bagi pelestarian budaya Betawi.
Mendorong Kekompakan dan Kontribusi Aktif
Marullah Matali menegaskan bahwa hasil Kongres Majelis Kaum Betawi ini akan segera disampaikan kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno. Penyampaian ini menunjukkan komitmen MKB untuk bersinergi dengan pemerintah daerah. Hal ini penting dalam mewujudkan tujuan bersama.
Dalam kongres tersebut, Marullah juga menekankan pentingnya mengokohkan kembali kekuatan masyarakat Betawi di Jakarta. Tujuannya agar mereka dapat berkontribusi aktif dalam berbagai aspek. Kontribusi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi ibu kota.
Kekompakan internal menjadi kunci utama bagi Kaum Betawi. Dengan kekompakan yang kuat, segala perbedaan dapat diselesaikan secara internal dan konstruktif. "Harus guyup, harus kompak. Kalau ada perbedaan, bisa diselesaikan dengan baik di internal. Dengan begitu, Betawi bisa memberikan kontribusi terbaik bagi pemerintah,” tegas Marullah.
Melalui semangat kebersamaan ini, Majelis Kaum Betawi bertekad untuk terus memberikan sumbangsih terbaiknya. Mereka ingin memastikan bahwa budaya Betawi tetap lestari dan relevan. Kontribusi ini juga penting dalam pembangunan Jakarta sebagai kota global yang inklusif.
Sumber: AntaraNews