Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengambil langkah cepat dalam menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sebanyak tiga unit helikopter khusus pemadam dikerahkan menuju Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) pada Minggu, 24 Agustus. Upaya ini dilakukan menyusul laporan adanya titik api dan kepulan asap tebal yang terdeteksi dari patroli udara.
Pengerahan armada udara ini difokuskan di wilayah Pangkalan Lampam, OKI, yang menjadi salah satu titik terparah. Helikopter-helikopter tersebut bertugas melakukan water bombing secara intensif. Langkah darurat ini diambil untuk mencegah perluasan area terbakar yang berpotensi menimbulkan dampak lebih besar bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.
Menurut Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, deteksi awal dilakukan oleh helikopter patroli. Informasi tersebut kemudian menjadi dasar pengerahan unit pemadam. Tim gabungan terus berkoordinasi untuk memastikan penanganan karhutla berjalan efektif dan cepat.
Advertisement
Advertisement
Operasi Water Bombing Intensif di Pangkalan Lampam
Dalam operasi pemadaman karhutla di Pangkalan Lampam, OKI, tiga helikopter telah melakukan total 95 kali water bombing. Setiap kali penerbangan, air ditumpahkan ke titik-titik api yang terus menjalar. Upaya ini menunjukkan keseriusan BPBD Sumsel dalam menekan laju penyebaran api di wilayah tersebut.
Sebanyak 380 ribu liter air telah berhasil ditumpahkan ke area yang terbakar melalui metode water bombing ini. Air diambil langsung dari sumber-sumber terdekat untuk efisiensi waktu dan operasi. Luas area yang terbakar di Pangkalan Lampam diperkirakan mencapai sekitar 3 hektare.
Kondisi lahan yang mengering menjadi pemicu utama potensi perluasan kebakaran. Bahan bakaran yang kering membuat api mudah menjalar dan sulit dikendalikan. Oleh karena itu, pengerahan helikopter menjadi krusial untuk memadamkan api dari udara, menjangkau area yang sulit diakses melalui darat.
Advertisement
Tim di lapangan juga terus memantau pergerakan api dan asap. Koordinasi erat antara tim darat dan udara sangat penting untuk efektivitas pemadaman. BPBD Sumsel berkomitmen untuk terus melakukan upaya terbaik dalam mengatasi ancaman karhutla ini.
Advertisement
Deteksi Karhutla di Berbagai Wilayah Sumsel
Selain di OKI, patroli udara BPBD Sumsel juga mendapati adanya titik karhutla di beberapa wilayah lain di Sumatera Selatan. Ini menunjukkan bahwa ancaman kebakaran lahan tidak hanya terfokus pada satu area saja. Kewaspadaan tinggi terus diterapkan di seluruh provinsi.
Di Kecamatan Madang Suku I, Kabupaten OKU Timur, lahan perkebunan seluas sekitar 2 hektare terpantau terbakar. Sementara itu, di Kecamatan Lubai, Kabupaten Muara Enim, kebakaran lahan diperkirakan terjadi seluas 1 hektare. Kedua lokasi ini juga menjadi perhatian serius bagi tim penanggulangan bencana.
Secara keseluruhan, hasil patroli udara menunjukkan adanya tiga lokasi karhutla di Sumsel dengan total lahan terbakar seluas 6 hektare. Data ini menjadi dasar bagi BPBD untuk menyusun strategi penanganan yang komprehensif. Upaya pencegahan dan pemadaman terus digencarkan di seluruh titik rawan.
Advertisement
Peningkatan intensitas patroli udara dan darat menjadi kunci dalam deteksi dini karhutla. Dengan informasi yang cepat dan akurat, tim dapat segera merespons dan mengerahkan sumber daya yang diperlukan. Masyarakat juga diimbau untuk turut serta menjaga lingkungan dan melaporkan jika menemukan potensi kebakaran.
Sumber: AntaraNews