Upaya identifikasi jenazah korban ambruk musala di Pondok Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo mulai menunjukkan titik terang. Pada Selasa (7/10), sebagian hasil uji DNA telah rampung dan dijadwalkan tiba di RS Bhayangkara Surabaya untuk proses rekonsiliasi.
Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabiddokkes) Polda Jawa Timur, Kombes Pol Khusnan Marzuki mengatakan, hasil dari Laboratorium DNA di Jakarta akan segera dikonfirmasi bersama tim medis.
"InsyaAllah hari ini DNA sudah ada yang jadi. Kami akan rekonsiliasi pukul 15.00 WIB dan semoga setelah Maghrib bisa kami sampaikan hasilnya,” ujar Khusnan.
Advertisement
Metode DNA digunakan untuk mengidentifikasi jenazah yang tidak dapat dikenali melalui cara primer seperti sidik jari dan gigi, maupun metode sekunder seperti barang milik korban.
"Begitu hasil lab DNA keluar semua, berarti sudah final, tidak ada keraguan lagi,” tegas Khusnan.
Khusnan menjelaskan bahwa seluruh jenazah yang memerlukan identifikasi DNA telah dikirim ke Jakarta. Namun, prosesnya tidak seragam, ada yang selesai dalam tiga hari, ada pula yang memakan waktu hingga dua minggu, tergantung kompleksitas kasus.
“Kalau kasus di kapal Tunu Pratama Jaya di Selat Bali kemarin, itu sampai dua minggu. Tapi alhamdulillah, untuk kasus ini tiga hari langsung jadi,” kata dia.
Hingga siang ini, RS Bhayangkara Surabaya telah menerima total 62 kantong jenazah. Dari jumlah tersebut, tujuh kantong berisi potongan tubuh, sementara sisanya merupakan jenazah utuh yang masih dalam proses pencocokan identitas.