Petugas Lapas Narkotika Kelas II B Muara Sabak, Jambi, berhasil menyita sejumlah barang terlarang, termasuk telepon genggam dan pisau. Razia insidentil ini digelar pada Jumat hingga Sabtu dini hari (11/10) di blok hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Kegiatan penggeledahan mendadak ini merupakan wujud komitmen Lapas dalam menjaga keamanan serta ketertiban lingkungan pemasyarakatan. Hal ini juga bertujuan untuk memberantas peredaran barang-barang yang tidak diizinkan di dalam area lapas.
Razia tersebut menyasar Blok C kamar 5, 6, 8, dan 9, melibatkan jajaran struktural, petugas keamanan lapas, serta pihak kepolisian setempat. Kepala Lapas Narkotika Muara Sabak, Muhammad Askari Utomo, memimpin langsung operasi ini.
Advertisement
Advertisement
Razia Mendadak Ungkap Barang Terlarang di Blok Hunian
Dalam operasi yang dipimpin oleh Kepala KPLP Lapas Sabak, Riko Hamdan, petugas menemukan berbagai barang yang dilarang. Barang-barang ini tidak seharusnya berada di dalam blok hunian WBP. Temuan ini menunjukkan perlunya pengawasan ketat di Lapas Narkotika Jambi.
Antara lain, satu unit telepon genggam yang berpotensi digunakan untuk komunikasi ilegal. Selain itu, sebuah senter, lima kipas angin kecil, gunting, hingga pisau potong atau cutter juga berhasil disita. Keberadaan barang-barang tajam ini sangat membahayakan keamanan.
Barang-barang terlarang ini, terutama telepon genggam dan pisau, dapat memicu berbagai masalah serius di dalam lapas. Potensi gangguan keamanan, peredaran narkoba, hingga tindakan kekerasan dapat meningkat jika barang-barang tersebut tidak disita. Oleh karena itu, tindakan Lapas Narkotika Jambi sangat krusial.
Advertisement
Seluruh barang yang berhasil ditemukan telah diinventarisasi secara cermat oleh petugas Lapas Narkotika Jambi. Selanjutnya, berita acara penyitaan juga telah dibuat untuk setiap barang sitaan. Proses ini dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk barang-barang terlarang.
Advertisement
Komitmen Lapas Narkotika Jambi Jaga Keamanan dan Ketertiban
Kepala Lapas Narkotika Muara Sabak, Muhammad Askari Utomo, menegaskan pentingnya kegiatan razia semacam ini. Ia menyatakan bahwa operasi serupa akan terus dilaksanakan secara rutin dan mendadak. Tujuannya adalah untuk memastikan pengawasan ketat terhadap aktivitas WBP maupun petugas.
Langkah proaktif ini diambil untuk mencegah potensi pelanggaran tata tertib dan keamanan di dalam Lapas Narkotika Jambi. Dengan razia yang tidak terduga, diharapkan WBP akan lebih patuh terhadap peraturan yang berlaku. Ini juga mengurangi risiko penyelundupan barang ilegal.
Askari menekankan bahwa tidak ada toleransi bagi pelanggaran. "Kami tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi pelanggaran tata tertib dan keamanan. Semua bentuk potensi gangguan akan kami tindak sesuai prosedur," tegasnya, menunjukkan ketegasan pihak Lapas.
Advertisement
Pelaksanaan razia dini hari tersebut berlangsung aman, tertib, dan kondusif tanpa perlawanan dari warga binaan. Situasi ini membuktikan keseriusan Lapas Narkotika Kelas IIB Muara Sabak dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari barang terlarang dan berintegritas tinggi.
Setelah proses inventarisasi dan pembuatan berita acara, barang-barang sitaan tersebut akan dimusnahkan. Pemusnahan ini dilakukan sesuai dengan prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku. Ini adalah langkah akhir untuk memastikan barang terlarang tidak dapat digunakan kembali.
Sumber: AntaraNews
Advertisement