Tersesat Berjam-jam, 2 Remaja Pendaki Gunung Gede Ditemukan Tertidur di Bawah Pohon Puspa

Tim SAR gabungan berhasil menemukan dua remaja pendaki, Darel dan Amar yang berusia 15 tahun, setelah mereka tersesat selama berjam-jam di Gunung Gede.

Fira Syahrin
Oleh Fira Syahrin - Reporter
Tersesat Berjam-jam, 2 Remaja Pendaki Gunung Gede Ditemukan Tertidur di Bawah Pohon Puspa
Gunung Gede Pangrango menawarkan panorama cantik bagi para pendaki yang suka kegiatan di alam. (Dok: Instagram @bbtn_gn_gedepangrango) (© 2025 Liputan6.com)

Drama pencarian dua pendaki remaja, Darel dan Amar yang berusia 15 tahun, akhirnya berakhir dengan baik setelah mereka berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan.

Keduanya tersesat selama berjam-jam di Gunung Gede, Sukabumi, setelah memulai pendakian pada Sabtu (27/9) dini hari melalui Jalur Selabintana dan mencoba jalur terlarang yang ilegal.

Jalur ini diduga menjadi penyebab utama mereka kehilangan arah dan tersesat.

Darel dan Amar, yang merupakan pelajar SMK, memulai perjalanan pendakian pada pukul 00.00 WIB.

Keluarga mereka yang merasa cemas karena tidak menerima kabar apapun segera melapor ke Kantor Resort Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) Selabintana pada sore harinya.

Laporan tersebut diterima setelah kekasih Darel sempat berkomunikasi dengan mereka saat sinyal masih ada.

Menurut Adji, seorang relawan dari Volunteer Panthera, tim gabungan yang terdiri dari relawan, petugas TNGGP, dan anggota keluarga langsung melaksanakan operasi pencarian sekitar pukul 19.00 WIB.

Setelah melakukan penyisiran yang intensif selama beberapa jam, Darel dan Amar akhirnya ditemukan sekitar pukul 22.30 WIB.

Mereka ditemukan dalam keadaan tertidur pulas di bawah pohon puspa terbesar di area sebelum Simpang Gondrong.

"Ketemu dalam kondisi tidur dengan kondisi aman," ungkap Adji dalam keterangannya pada Minggu (28/9).

Setelah diselidiki, ternyata mereka tersesat karena tidak menemukan jalur sejak pukul 10.00 WIB. Selain itu, mereka juga melaporkan mengalami pengalaman mistis di tengah hutan sebelum akhirnya memutuskan untuk tetap diam di tempat.

Ketika ditemukan, kedua pendaki dalam kondisi sehat dan sadar. Mereka segera dievakuasi ke Kantor Resor PTN Selabintana untuk beristirahat. Pada hari Minggu (28/9) pagi pukul 08.00 WIB, keluarga mereka menjemput.

Menanggapi kejadian ini, relawan memberikan imbauan tegas kepada semua calon pendaki agar tidak mencoba memasuki jalur-jalur ilegal.

"Jalur terlarang sangat berbahaya dan berisiko bisa kesasar," ungkap Adji.

Rekomendasi