Teror Kobra Besar di Sumsel, Kronologi Ibu Hamil lagi Masak hingga Penjaga Masjid Dipatuk, Hitungan Jam Tewas

Gigitan ular itu cukup lama dan mencengkram jari korban.

Budi Yansah
Oleh Budi Yansah - Reporter
Teror Kobra Besar di Sumsel, Kronologi Ibu Hamil lagi Masak hingga Penjaga Masjid Dipatuk, Hitungan Jam Tewas
Teror Kobra Besar di Sumsel, Kronologi Ibu Hamil lagi Masak hingga Penjaga Masjid Dipatuk, Hitungan Jam Tewas (Merdeka.com)

Warga Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, tengah diteror kobra. Ular mematikan itu telah menyebabkan dua korban tewas.

Kejadian itu dialami warga Kayuagung, OKI, dalam kurun waktu dua bulan terakhir. Banyak ular kobra muncul di pemukiman yang membuat resah.

Serangan pertama dialami seorang wanita hamil, RH (39), saat memasak untuk menyiapkan makanan berbuka puasa Ramadan lalu. Dia kaget bukan main ular kobra berukuran besar mendekat lalu mematuknya. Sempat menjalani perawatan di rumah sakit, wanita itu tewas. Sementara ular tersebut menyelinap lalu hilang.

Pada 14 April 2025, serangan kobra kembali terjadi. Kali ini dialami petugas kebersihan masjid di kompleks DPRD OKI, TM (52).

TM digigit ular tersebut saat hendak mengambil pakaian di lemari di kamar rumahnya. Gigitan ular itu cukup lama dan mencengkram jari korban.

Ular berukuran besar mati setelah dibanting korban. Korban dibawa ke dukun kampung dan klinik untuk perawatan.

Namun nyawa korban tak tertolong lagi dalam perjalanan menuju rumah sakit di Palembang setelah 2,5 jam mendapat patukan ular.

"Dua warga kami meninggal karena dipatuk ular kobra, kami sekarang was-was dengan teror itu," ungkap Kepala Desa Celikah Kayuagung Kartiwan, Senin (28/4).

Untuk mencegah ular kobra semakin banyak, warga setempat gotong royong membersihkan tempat-tempat yang biasa menjadi tempat ular bersarang.

Warga juga meming bantuan pemerintah untuk menangani ancaman ini. Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten OKI Hilwen Hariwijaya mengaku belum menerima laporan kejadian itu.

Meski demikian, pihaknya akan membantu warga menghadapi serangan ular jika segera dilaporkan.

"Kami siap bantu jika ada laporan, kami bisa menanginya dengan pengalaman anggota kami dan peralatan yang ada," kata Hilwen.

Rekomendasi