Terlibat pengiriman 270 Kg sabu, Irwantoni dihukum mati

Rabu, 13 September 2017 19:09 Reporter : Yan Muhardiansyah
Irwantoni dihukum mati karena terlibat pengiriman 270 Kg sabu. ©2017 merdeka.com/yan muhardiansyah

Merdeka.com - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan menjatuhkan hukuman maksimal kepada Irwantoni alias Ruslan (38). Pria asal Riau ini dijatuhi pidana mati karena terbukti terlibat pengiriman 270 Kg sabu-sabu dari Dumai ke Medan.

Hukuman mati dijatuhkan majelis hakim yang diketuai Saryana di Ruang Kartika PN Medan, Rabu (13/9) sore. Irwantoni dinyatakan telah melakukan perbuatan yang diatur dan diancam dengan Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika karena mengirim 270 Kg sabu-sabu asal China dari Dumai ke Medan.

Irwantoni terbukti telah melakukan pemufakatan jahat, menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan narkotika golongan I bukan tanaman dengan berat lebih dari 1 Kg.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Irwantoni alias Ruslan dengan pidana mati," kata Saryana.

Putusan majelis hakim sama dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sindu Hutomo. Irwantoni yang ditanya pendapatnya soal putusan itu langsung menyatakan akan melakukan upaya banding.

Seusai sidang, Irwantoni yang digiring ke ruang tahanan sempat memeluk istrinya. Saat ditanyai wartawan, dia tak banyak berkomentar. "Terima kasih ya kawan-kawan wartawan," katanya singkat.

Sebelum persidangan, Irwantoni sempat bercengkerama bersama ibu, istri dan 2 putrinya yang masih balita. Dia pun menangis saat berbincang dengan ibunya. Sambil bersimpuh di kaki ibunya, dia mengaku dijebak. Namun, saksi yang diharapkannya, Daud alias Athiam meninggal di dalam tahanan.

"Aku enggak bandar Mak. Mana mungkin aku bandar, kereta (sepeda motor) pun aku enggak punya," katanya sambil menangis.

Dalam perkara pengiriman 270 Kg sabu-sabu ini, 4 terdakwa telah dijatuhi hukuman mati. Keempatnya yaitu Daud alias Athiam (47), pengusaha jasa pengiriman asal Bengkalis, Riau; Ayau (40) warga Bengkalis, Riau; Lukmansyah Bin Nasrul (36), warga Dumai Kota, petugas sekuriti; dan Jimmi Syahputra Bin Rusli (27) warga Pancur Batu, Deli Serdang, Sumut. Hukuman itu dijatuhkan majelis hakim yang diketuai Asmar di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (22/6/2016). Saat itu, Irwan Toni belum tertangkap.

Penyelundupan dan pengiriman 270 Kg sabu-sabu itu sendiri berawal dari pertemuan Daud alias Athiam dengan Lau Lai An alias Aan alias Jacky (DPO) di Hotel CK Malaka, Malaysia, pada 17 Agustus 2015. Jika berhasil melakukan pengiriman itu, Athiam akan mendapatkan Rp 600 juta. Dia juga telah mendapat transfer dana operasional sebesar Rp 300 juta.

Athiam lalu bertemu dengan Ayau dan Irwantoni untuk mencari importir dan gudang di Medan. Athiam sempat mentransfer Rp 55 juta kepada Jimmi untuk membeli mobil Carry yang akan digunakan mengangkut narkotika itu. Pada September 2015, Irwantoni menghubungi Lukmansyah mengenai sabu-sabu yang akan masuk.

Pengiriman sabu-sabu itu akhirnya dibongkar Badan Narkotika Nasional (BNN) pada 17 Oktober 2015 siang. Sebelumnya, pada 10 Oktober 2015, Bea Cukai Dumai mendapat informasi tentang adanya pengiriman 45 kotak berisi 265 filter air. Setelah diperiksa di dalam filter air itu ditemukan kristal putih yang setelah diuji ternyata narkoba.

Petugas Bea Cukai yang telah berkoordinasi dengan BNN kemudian membungkus kembali barang impor itu seperti sebelumnya dan dikirim melalui ekspedisi ke Irwantoni dengan alamat Gudang Jade City Square Jalan Yos Sudarso Km 11,5 Kelurahan Titipapan, Medan Deli. Barang kiriman itu tiba di gudang pada 17 Oktober 2015.

Jimmi ternyata sudah menunggu di gudang. Begitu barang dibongkar dari truk, Jimmi menandatangi tanda terima barang, petugas langsung menangkapnya. Petugas BNN menyita 45 kotak berisi 265 bungkus sabu-sabu dengan berat bruto 270.227,8 gram.

Setelah dilakukan pengembangan, Ayau, Athiam dan Lukmansyah pun diringkus di Riau. Sementara Irwantoni sempat berhasil lolos. Dia baru tertangkap di Pulau Rupat beberapa bulan kemudian. [noe]

Topik berita Terkait:
  1. Kasus Narkoba
  2. Medan
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.