Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Terkendala Kebijakan Rekam Biometrik, Garuda Tunda Penerbangan Perdana Solo-Madinah

Terkendala Kebijakan Rekam Biometrik, Garuda Tunda Penerbangan Perdana Solo-Madinah Pesawat Garuda Indonesia. ©2019 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - Maskapai penerbangan pelat merah, Garuda Indonesia harus menunda rencana penerbangan perdana rute Solo-Madinah, yang sedianya dilakukan Rabu (9/1) besok.

Penundaan terpaksa dilakukan akibat adanya masalah teknis. Yakni terkait dengan kebijakan rekam biometrik yang diberlakukan pemerintah Arab Saudi untuk penerbitan visa bagi para jemaah haji dan umrah. Apalagi hampir seluruh penumpang yang diangkut adalah jemaah umrah.

General Manager Garuda Indonesia Branch Office Solo, Hendrawan mengatakan, penerbangan perdana baru bisa dilakukan Rabu pekan depan.

"Penerbangan perdana terpaksa kita lakukan penundaan menjadi pekan depan atau Rabu (16/1). Ada masalah teknis pada beberapa jemaah terkait dengan kebijakan rekam biometrik yang diberlakukan oleh pemerintah Arab Saudi untuk penerbitan visa," ujar Hendrawan, Selasa (8/1).

Hendrawan menyampaikan, pertimbangan lainnya, karena merupakan penerbangan perdana. Jika tetap dilakukan, dan tingkat keterisiannya tidak maksimal, dikhawatirkan akan dievaluasi rutenya. Sehingga pihaknya memilih opsi lain dengan cara penundaan, agar rute tersebut ke depan bisa berjalan konsisten.

Meski dilakukan penundaan, namun Hendrawan mengaku para jemaah yang hingga saat ini sudah memiliki visa akan dipindahkan melalui rute Jakarta-Jeddah. Dari data yang tercatat, ada sekitar 150 jemaah yang akan diberangkatkan melalui Jakarta.

"Jemaah lainnya juga dilakukan penjadwalan ulang oleh biro perjalanan masing-masing," katanya.

Terpisah, Direktur Dewangga Lil Hajj Wal Umrah Solo sekaligus Ketua Perpuhi, Her Suprabu mengaku, banyak jemaah kecewa dengan penundaan tersebut. Apalagi, sudah banyak jemaah yang sudah menginap di Solo sejak beberapa hari lalu.

"Informasi penundaan penerbangan itu juga terkesan mendadak, baru kemarin siang disampaikan. Sehingga kita tidak punya cukup waktu untuk melakukan sosialisasi kepada jemaah yang akan berangkat," jelasnya lagi.

Suprabu menyampaikan, total jemaah yang akan berangkat umrah menggunakan maskapai Garuda Indonesia melalui rute Solo-Madinah ada sekitar 35 orang. Namun karena ada penundaan itu, akhirnya mereka terpaksa dialihkan menggunakan rute Jakarta-Jeddah.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP