Terduga teroris di Magetan anggota divisi logistik kelompok JI

Terduga teroris di Magetan anggota divisi logistik kelompok JI. Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap GW (50) terduga teroris di Magetan, Jawa Timur. GW ditangkap saat hendak mengantarkan anaknya di Jalan Mayjen S Parman, Magetan, Jawa Timur.

Juven Martua Sitompul
Oleh Juven Martua Sitompul - Reporter
Terduga teroris di Magetan anggota divisi logistik kelompok JI
Densus 88 tangkap terduga teroris di Solo. ©2015 Merdeka.com

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap GW (50) terduga teroris di Magetan, Jawa Timur. GW ditangkap saat hendak mengantarkan anaknya di Jalan Mayjen S Parman, Magetan, Jawa Timur.Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan GW merupakan salah satu pejabat di kelompok radikal Jamaah Islamiyah (JI). GW berperan sebagai anggota di Divisi Pengamanan Logistik, Penyimpanan Logistik dan Pengamanan Giat Kelompok JI."Yang bersangkutan penyimpan logistik. DPO berkaitan adanya kegiatan penyimpanan logistik yang mendukung aksi teror seputar Jawa Tengah dan Jawa Timur," kata Boy di Gedung Humas Polri, Jakarta, Selasa (25/10).Boy menambahkan jika GW termasuk DPO Densus 88 yang dicari selama tiga tahun. GW ditangkap berdasarkan informasi dari hasil pengembangan penyidikan terhadap kelompok JI semasa pimpinan Shibhhotuloh."Sudah berdasarkan hasil pengembangan penyidikan kasus lama," ujarnya.Selain sebagai penyuplai logistik, GW juga diketahui sebagai anggota Wadimah Timur sebagai Divisi Pengamanan. Menurut Boy, GW dimasukkan ke dalam DPO lantaran dikhawatirkan melakukan kejahatan baru yang berkaitan dengan tindak terorisme."Bisa jadi dipakai untuk aksi lain atau ada tindakan yang berpotensi menimbulkan kejahatan baru," ucapnya.Diakui mantan Kapolda Banten itu butuh waktu lama menangkap GW. Pasalnya, GW kerap berpindah-pindah tempat untuk menghindari Densus atau pun anggota polisi.Di sisi lain, Boy memastikan jika GW tidak terlibat kasus bom Thamrin. GW bahkan dipastikan tidak pernah berhubungan dengan jaringan ISIS di Indonesia yaitu Bahrun Naim dan Jamaah Ansorat Daulat (JAD) pimpinan Aman Abdurahman.

Rekomendasi