Tepis Jokowi Bentuk Yayasan Keluarga, Mensesneg Sebut TMII akan Dikelola BUMN

Kamis, 8 April 2021 19:50 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Tepis Jokowi Bentuk Yayasan Keluarga, Mensesneg Sebut TMII akan Dikelola BUMN Mensesneg dalam konpers terkait pengambillihan pengelolaan TMII. ©Humas Kemensetneg

Merdeka.com - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno menepis adanya kabar Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan membentuk yayasan baru untuk mengelola Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang kini sudah diambil alih oleh Kementerian Sekretariat Negara. Sebelumnya diketahui sejak 44 tahun TMII dikelola oleh Yayasan Harapan Kita.

"Oh ada desas desus Pak Jokowi akan membentuk yayasan? Nggak-nggak benar sama sekali. Jangan dikira Pak Jokowi kemudian membentuk yayasan keluarga untuk mengelola sama sekali tidak," kata Pratikno di Jakarta, Kamis (8/4).

Dia menjelaskan nantinya pihaknya akan merumuskan kriteria siapa yang tepat secara profesional untuk memperbaiki TMII. Serta kata dia memberikan kontribusi kepada keuangan negara secara signifikan.

"Arahnya adalah ini akan ditunjuk nantinya kita meminta tolong salah satu BUMN pariwisata untuk mengelola TMII ini. Jadi dikelola oleh orang yang profesional, lembaga yang profesional," ujar dia.

Sehingga kata dia, TMII bisa lebih baik. Kemudian dapat memberikan kontribusi kepada keuangan negara.

"Jadi enggak benar itu ada yayasan akan dibentuk apalagi ada dihubungkan dengan yayasan Pak Jokowi dan selainnya," ujar dia.

Saat ini, Kemensetneg membentuk tim transisi untuk mengelola TMII selama masa transisi. Hal ini mengingat adanya pemindahan pengelolaan TMII dari Yayasan Harapan Kita ke Kementerian Sekretariat Negara.

"Transisi untuk pemindahan pengelolaan dari Yayasan Harapan Kita ke Kemensetneg. Ceritanya begitu. Tapi tak berarti akan dikelola Kemensetneg selamanya," ujar Pratikno.

Sebelumnya, pemerintah resmi mengambil alih pengelolaan aset negara, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang selama 44 tahun ini dikuasai oleh Yayasan Harapan Kita. Adapun keputusan pengambil alihan tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 19 Tahun 2021.

"Presiden telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 19/2021 tentang TMII yang intinya penguasaan dan pengelolaan TMII dilakukan oleh Kemensesneg dan berhenti pula pengelolaan selama ini Yayasan Harapan Kita," ujar Menteri Sekretaris Negara Pratikno dalam konferensi pers, Rabu 7 April 2021.

Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara Setya Utama mengatakan keputusan pengambil alihan tersebut semata-mata agar TMII dapat terkelola dengan lebih baik. Menurut dia, pemerintah sudah memberikan pengarahan kepada pengelola TMII agar meningkatkan kualitas layanan.

Kemudian, Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan), dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan audit keuangan TMII. Hasilnya, BPK merekomendasikan agar pengelolaan TMII diambil alih agar kualitas pengelolaan aset negara lebih baik lagi.

"Temuan dari BPK di bulan Januari 2021 untuk laporan hasil pemeriksaan 2020, rekomendasinya harus ada pengelolaan yang lebih dari dari Kemensetneg untuk aset yang dikuasai negara tersebut," jelas Setya Utama dalam konferensi pers, Rabu

Yayasan Harapan Kita sendiri sudah 44 tahun mengelola TMII. Yayasan ini dibina oleh Soehardjo, Bambang Trihatmodjo, dan Rusmono, serta Siti Hardiyanti Indra Rukman sebagai ketua umum. Bambang Trihatmodjo dan Siti Hardiyanti merupakan anak dari Presiden ke-2 RI, Soeharto.

Reporter: Lizsa Egeham [gil]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini