Temui Khofifah, Orangtua 10 Mahasiswa WNI di Wuhan Minta Anaknya Dievakuasi
Merdeka.com - Puluhan orangtua dari mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang terisolir di Wuhan, China, mendatangi Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Mereka bertemu dengan Gubernur Jatim dalam rangka 'mengadukan' nasib anak-anaknya yang kini terisolir di China.
Humas Unesa Vinda Maya mengatakan, saat ini ada 10 orang mahasiswa Unesa yang tengah berada di Wuhan, China. Ke 10 mahasiswa itu adalah para penerima beasiswa dari Unesa untuk menempuh pendidikan jurusan bahasa Mandarin.
"Saat ini ada 10 mahasiswa Unesa yang ada di sana (Wuhan). Mereka ada di dalam asrama mahasiswa," jelasnya saat di gedung Negara Grahadi, Rabu (29/1).
Ia menambahkan, saat ini kondisi mereka masih dalam keadaan baik dan sehat. Namun, ia mengakui mereka kekurangan logistik dan dana untuk biaya hidup di tempat tersebut.
Untuk mengatasi hal itu, Rektor Unesa pun memberikan bantuan dengan mengirimkan dana Rp25 juta untuk 10 orang mahasiswanya. Biaya tersebut disebutnya untuk menopang sementara kehidupan para mahasiswa tersebut.
"Para mahasiswa itu sempat mengeluh soal kebutuhan logistik. Jadi untuk sementara pak Rektor mengirimkan bantuan sebesar Rp25 juta untuk 10 mahasiswa," tegasnya.
Sementara itu, dalam pertemuan dengan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, sejumlah orangtua para mahasiswa tak kuat menahan tangis saat meluapkan keinginan mereka. Mereka meminta agar para mahasiswa tersebut segera dievakuasi dari negara China.
"Saya mohon kepada ibu Gubernur, agar segera mengevakuasi anak-anak kami. Kami ini tak kuat menahan (tangis) saat melakukan komunikasi dengan mereka. Saya yakin mereka juga demikian," tegas salah satu orang tua.
Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, jika pihaknya belum dapat memberikan waktu kepastian kapan bisa melakukan evakuasi. Sebab, koordinasi dilakukan dengan Kemenlu. Dan informasi yang diterimanya, Kemenlu telah melakukan finalisasi upaya evakuasi.
"Saya tidak bisa mengatakan kapan, tapi kami satu koordinasi dengan Kemenlu, dan mereka saat ini sedang melakukan finalisasi upaya evakuasi," tegasnya.
Seperti diketahui, sejumlah mahasiswa Indonesia saat ini tengah terjebak di sejumlah kota di China. Hal ini dikarenakan adanya kebijakan pemerintah China yang mengisolir beberapa kota, yang dianggap sebagai tempat awal mewabahnya virus corona.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya