Teknologi Digital Dinilai Belum Bisa Bantu Industri Manufaktur Indonesia

Jumat, 18 Oktober 2019 23:54 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah
Teknologi Digital Dinilai Belum Bisa Bantu Industri Manufaktur Indonesia Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Politikus NasDem Rerie Lestari Moerdijat optimistis teknologi digital yang berkembang saat ini akan membuat lebih produktif. Termasuk bagi kaum disabilitas.

"Satu miliar penduduk dunia dapat lebih produktif termasuk mereka yang disabilitas dengan bantuan teknologi komunikasi," kata Rerie dalam keterangan tertulisnya, Jumat (18/10).

Dia mengatakan, penetrasi internet sangat cepat. Tahun 2016 diperkirakan ada 132,8 juta penduduk Indonesia yang mengakses internet. Bahkan We Are Social (2017) menyebutkan angka pengguna internet di Indonesia adalah yang tertinggi di dunia.

"Platform digital juga terus berkembang, tidak hanya mesin pencari atau App Stores seperti Google Play dan Appstore tumbuh juga marketplace," ujar Wakil Ketua MPR ini.

Akselerasi internet yang semakin menjangkau seluruh penduduk Indonesia, telah membuat aktifitas digital menyumbang paling tidak 1% dari pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sayangnya, hal ini tidak berbanding lurus dengan pertumbuhan sektor industri manufaktur dan juga pertanian.

"Jika internet mampu menggantikan pasar dalam tampilan nyata menjadi pasar digital, sektor manufaktur dan industri pertanian Indonesia masih terseok-seok menunggu investor dan juga menghadapi negara- negara yang sudah lebih mapan," ujarnya. [gil]

Topik berita Terkait:
  1. Teknologi
  2. Jakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini