Tebing 40 meter longsor, 80 warga Bangli terisolir
Merdeka.com - Kondisi ini terjadi, Kamis (19/10) sekitar pukul 13.30 Wita saat hujan deras terus mengguyur wilayah Bangli. Kepala Desa Demulih, Nyoman Wijana saat dikonfirmasi mengaku sudah langsung melapor ke Dinas PU di Kecamatan dan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangli.
“Kita sudah melaporkan musibah longsor yang terjadi, kemungkinan material longsor yang menutup akses jalan akan dievakuasi Jumat besok," akunya, Kamis (19/10) malam.
Menurutnya pihak Dinas PU sempat menurunkan alat berat berupa louder, namun karena jalan licin alatberat tidak bisa berfungsi.
"Alat berat yang diturunkan berupa louder dengan suspense roda karet, karena jalan licin penuh lumpur. Jadibtidak berfungsi. Rencananya besok pagi diturunkan alat berat jenis lainya," kata Wijana.
Dibeberkan Wijana panjang longsor dari ambrolnya bukit hampir 25 meter dengan dengan lebar hampir 8 meter serta ketebalan tanah hamir 1 meter lebih menutup akses jalan.
Karena akses jalan tidak bisa dilewati, kata dia, warganya yang tinggal di utara dari titik longsor terancam terisolir.
"Sebanyak 30 KK atau sekitar 80 jiwa tinggal di sebelah utara titik longsor, praktis mereka terancam terisolir," ungkapnya.
Untuk bisa menuju pusat desa, maka warga yang tinggal di sebelah utara titik longsor harus melintas diatas gundukan material longsor. Bahkan pipa milik PDAM yang dimanfaatkan warga di dekat pura pucak, dalam kondisi rusak.
"Kami khawatir jika turun hujan lebat lagi, longsor bisa kembali terjadi. Karena tebing yang diatasnya merupakan areal tegalan tanahnya sangat labil," jelasnya. (mdk/rhm)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya