Sebuah inisiatif penting dalam upaya pencegahan perundungan di dunia digital kini hadir di layar lebar. Film edukasi berjudul "Cyberbullying" telah resmi tayang di Planet Cinema Bone, Makassar, Sulawesi Selatan, sejak Sabtu, 20 September. Penayangan film ini merupakan bagian integral dari kampanye nasional yang bertujuan untuk menekan angka kasus perundungan siber yang semakin marak.
Wakil Bupati Bone, H. Andi Akmal Pasluddin, menyatakan bahwa film ini memiliki peran vital dalam mengedukasi masyarakat luas. "Film ini tentunya untuk mengedukasi masyarakat dari hasil karya film berjudul cyberbullying, sehingga layak untuk ditonton," ujarnya saat dikonfirmasi dari Makassar. Inisiatif ini digagas oleh Dewan Pengurus Nasional Forum Pemuda Pelopor dan mendapatkan respons positif dari berbagai elemen masyarakat.
Penayangan serentak di seluruh Indonesia ini menandai langkah konkret dalam memerangi cyberbullying. Pemerintah daerah melalui Wakil Bupati Bone menegaskan komitmennya untuk melawan perundungan. Hal ini sekaligus mendorong pentingnya pendidikan karakter anak sejak usia dini sebagai benteng utama menghadapi tantangan era digital.
Advertisement
Advertisement
Peran Pemerintah dan Komunitas dalam Melawan Cyberbullying
H. Andi Akmal Pasluddin menyoroti bahwa fenomena perundungan siber terhadap anak semakin sering terjadi, baik di lingkungan sekolah maupun media sosial. Kasus-kasus ini tidak dapat hanya diserahkan kepada guru atau orang tua. Oleh karena itu, seluruh pihak memiliki tanggung jawab kolektif untuk menekan terjadinya cyberbullying.
Pemerintah hadir sebagai upaya nyata untuk melawan perundungan dan mendorong pentingnya pendidikan karakter. Pembentukan karakter anak harus menjadi prioritas, bukan sekadar mengolah pikiran dengan literasi pendidikan. Namun juga membentuk pola hati dan spiritualitas mereka agar memiliki ketahanan moral.
Menurut Akmal, pendidikan anak adalah tanggung jawab bersama yang melibatkan tidak hanya orang tua dan sekolah. Namun juga seluruh komunitas secara menyeluruh. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung perkembangan positif anak-anak di era digital.
Advertisement
Advertisement
Film sebagai Media Edukasi Karakter Anak di Era Digital
Wakil Bupati Bone sangat mengapresiasi kehadiran film "Cyberbullying" ini. Ia menilai film ini berhasil memperkuat nilai-nilai religius dan karakter anak di tengah berbagai tantangan era digital. "Pendekatan agama dan akhlak menjadi hal utama dalam membangun ketahanan karakter anak," tegasnya.
Liani Ekawati, CEO Planet Cinema Bone sekaligus produser film, mengungkapkan bahwa film seharusnya tidak hanya berfungsi sebagai hiburan semata. Namun juga harus menjadi sarana edukasi yang efektif bagi anak-anak. "Saya pikir perlu ada film yang punya esensi pendidikan karakter untuk anak-anak. Jangan sampai tontonan mereka didominasi film horor atau sekadar hiburan saja," katanya.
Film "Cyberbullying" ini dirancang khusus agar dapat dinikmati oleh anak-anak sekaligus menyampaikan pesan edukasi yang positif. Meskipun alurnya sederhana, pesan-pesan penting tentang pencegahan perundungan siber dapat tersampaikan dengan baik. Anak-anak merupakan segmen utama penonton, sehingga penyampaiannya disesuaikan agar mudah dicerna dan relevan dengan pengalaman mereka.
Advertisement
Sumber: AntaraNews