Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Taman kota, alternatif tempat wisata masyarakat Bandung

Taman kota, alternatif tempat wisata masyarakat Bandung Ilustrasi taman. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/1000 Words

Merdeka.com - Bandung memang tersohor sebagai tujuan wisata. Wisata alam, tempat belanja, dan kuliner sudah menjadi bagian melekat dari ibu kota Jawa Barat tersebut.

Di bawah kepemimpinan Wali Kota Ridwan Kamil, ternyata Bandung masih memiliki potensi yang memiliki daya pikat sebagai tujuan wisata. Taman kini menjadi salah satu alternatif tujuan wisata.

Ada 604 taman dimiliki Bandung yang tersebar di 30 kecamatan. Saat ini pemerintah kota Bandung baru merevitalisasi 15 yang dijadikan taman tematik.

Tentu orang Bandung kini tak asing dengan nama Taman Fotografi, Taman Jomblo, Taman Film, Taman Musik, Taman Lansia, Taman Superhero dan yang paling digandrungi serta kekinian adalah Taman Alun-alun Bandung.

"Taman di Bandung itu sebenarnya banyak ada 604, hanya saja baru 15 yang kami benahi menjadi lebih cantik," kata Kepala Dinas Pemakaman dan Pertamanan Kota Bandung Arif Prasetya kepada merdeka.com, Kamis (2/4).

Dari 604 taman yang ada, lanjut dia 34 taman kerap dikunjungi. Bukan cuma warga Bandung, tapi tak sedikit juga wisatawan yang sengaja untuk berinteraksi dengan alam. "Keberadaan taman benar-benar menjadi alternatif wisata baru di Bandung. Semua bisa lihat taman alun-alun seperti apakan?," terangnya.

Maklum saja, taman yang ada di Bandung merupakan tempat wisata yang murah meriah. Keberadaannya tak akan menguras kantong. Tidak ada pungutan saat kita berkunjung.

Apalagi sejumlah taman yang sudah direvitalisasi dilengkapi dengan sarana internet gratis atau wi-fi. Warga tak lagi harus pusing memikirkan kuota untuk gadgetnya. Warga bisa puas berselancar di dunia maya.

Hal itu paling tidak dialami Santi (25) warga Cibiru Bandung. Dia merasa keberadaan taman di Bandung sangat dibutuhkan. Apalagi keberadaan mall dan tempat komersil lainnya hanya akan membuat orang konsumtif.

"Kalau taman kan orang bisa berpikir jernih dan lebih produktif, kami bisa internetan mencari referensi sana-sini. Sembari menghirup udara segar karena kami berada di bawah pohon," jelasnya saat ditemui di Taman Foto Jalan Anggrek Bandung.

Dia berharap, Pemkot Bandung benar-benar merawat keberadaannya. Sebab Taman di Bandung kini bisa menjadi ikon kota. "Pertahankan keberadaannya. Perbanyak juga jumlah tamannya," harapnya.

Didan (29) warga Bogor mengaku pangling dengan wajah Bandung yang keberadaan tamannya makin membaik. Dia sudah 10 tahun tidak mendatangi Bandung. "Saya suka baca-baca di internet soal taman di Bandung. Akhirnya saya sempatkan datang ke sini sama keluarga, dan memang cukup nyaman, saya suka konsep taman foto ini," imbuhnya.

Ridwan Kamil mengatakan, taman itu harus memiliki dua fungsi. Pertama ekologi, kedua sosial. Fungsi ekologi taman itu artinya tak boleh berubah sebagai ruang terbuka hijau. Ada pun fungsi sosial taman harus diisi interaksi sesama warga.

"Sebab kalau taman cuma berisi pohon, tanpa adanya manusia dan sepi, apa bedanya sama hutan," kata pria yang akrab disapa Emil seperti diberitakan merdeka.com, 9 September 2014 lalu. Dia berharap, keberadaan taman di Bandung bisa meningkatkan indeks kebahagiaan warganya.

(mdk/efd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP