Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Taman Indah Saqifah Bani Saidah, Saksi Bisu Terpilihnya Abu Bakar Jadi Khalifah

Taman Indah Saqifah Bani Saidah, Saksi Bisu Terpilihnya Abu Bakar Jadi Khalifah Taman Saqifah Bani Saidah. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Tidak banyak orang tahu ada sebuah taman berukuran sangat besar di dekat Masjid Nabawi. Jika mengutip petunjuk peta digital, jarak dari pintu King Saud (pintu 326) Masjid Nabawi menuju taman tersebut hanya 300 meter.

Taman itu dikeliling pagar besi kokoh berkelir hitam dan putih. Tinggi pagar mencapai 2,5 meter. Ragam jenis tanaman bisa ditemukan di taman itu. Pohon kurma termasuk yang mendominasi.

Taman ini bukan sekadar ruang terbuka hijau biasa. Saqifah Bani Saidah kerap kali disebut dalam buku-buku sejarah Islam. Terutama ketika menceritakan peristiwa pemilihan pemimpin pascawafatnya Rasulullah SAW pada tahun 11 Hijriyah.

Dahulu, para sahabat Anshar berkumpul di sana. Mereka ingin memilih pemimpin Kota Madinah setelah Nabi Muhammad SAW wafat. Saat itu, turut hadir beberapa sahabat Muhajirin. Obrolan kala itu menjurus ke arah siapa yang akan memimpin ummat Islam secara umum. Bukan sekadar hanya pemimpin di kota Yatsrib saja.

Kemudian dipilihlah Abu Bakar menjadi Khalifah secara mayoritas yang hadir.

Pakar Sejarah Islam Nasrullah Jasam mengungkapkan, sejatinya sahabat Anshor saat itu sudah mempunyai kandidat khilafah Islamiyah Mereka mengusung Saat bin Ubadah.

Namun terjadi berbagai diskusi yang turut mempertimbangkan suara mayoritas forum yang hadir. Terutama usulan dari Sahabat Muhajirin yang turut hadir seperti Sahabat Umar yang mengusulkan Abu Bakar.

"Kaum Anshor rela menyerahkan posisi khalifah kepada Sayidana Abu Bakar Shiddiq atas usulan Sayidina Umar," kata Nasrullah Jasam kepada Tim Media Center Haji (MCH) 2022, di Saqifah Bani Saidah, akhir pekan kemarin.

Munculnya usulan dari kedua belah pihak sempat menimbulkan perdebatan. Bahkan kelompok Anshor sempat berujar "minna amirun wa minkum amirun" yang artinya, dari kelompok kita memilih pemimpin sendiri dan dari kelompok lain memilih ketuanya sendiri juga.

Melihat jalannya diskusi yang mendadak jadi lalu, jelas Nasrullah, sahabat Umar kemudian menjawab dengan ucapan, "minna amirun wa minkum wuzara" yang artinya pemimpin dari kami sedangkan kalian adalah para menteri.

Setelah diskusi panjang lebar, pada akhirnya Sayidana Umar berhasil meyakinkan kaum Anshor sehingga mereka bersepakat memilih Abu Bakar. Padahal, sebetulnya sahabat Abu Bakar cenderung memilih satu di antara dua orang, yaitu Abu Ubaidillah bin al Jarrah dan Umar bin Khottab, untuk menjadi khalifah. Akan tetapi, Sayyidana Umar menolak dan berujar.

"Bagaimana mungkin aku menjadi pemimpin umat yang di dalamnya terdapat Abu bakar".

Umar mengulurkan tangannya membaiat Sahabat Abu Bakar begitu juga dengan sahabat yang lainnya.

Nasrullah Jasam mengungkapkan, banyak hal positif yang bisa dipetik dari peristiwa itu. Bahwa para sahabat menyadari betul pentingnya seorang pemimpin di tengah-tengah umat.

Potret Saqifah Bani Saidah Masa Lampau

Pada tahun 11 Hijriah silam, Saqifah Bani Saidah atau as-Saqifah merupakan bangunan beratap yang digunakan oleh kabilah Bani Saidah, suku Khazraj, salah satu kabilah yang berasal dari Madinah, Hijaz, barat daya Jazirah Arab.

Letaknya persis di barat daya kediaman Nabi. Dulunya, tempat ini merupakan permukiman dan perkebunan milik kabilah Bani Saidah.

Pada awalnya bentuk saqifah sangat besar karena fungsinya sebagai tempat berkumpulnya kaum Anshar. Di sana, dulunya juga terdapat sumur milik Bani Saidah.

Meski memiliki nilai-nilai sejarah yang baik, tempat itu tetap tak bisa dinikmati publik. Sebab pagar Saqifah hampir selalu digembok saban harinya.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP